Minggu, 29 Juni 2014 - 08:01 wib
SEOUL- Software berbahaya atau malware kabarnya menyusup dalam aplikasi online banking yang bisa menyerang nasabah di Korea Selatan. Menurut perusahaan keamanan mobile asal China, ribuan device nasabah telah terinfeksi malware pada pekan lalu.
DilansirPCworld, Jumat (27/6/2014), Cheetah Mobile, yang sebelumnya dikenal sebagai Kingsoft Internet Security Software menuliskan bahwa malware banking ini menyamar sebagai game populer atau tool pada toko aplikasi Android third-party.
Google memeriksa aplikasi Android pada Play Store-nya untuk menemukan perilaku berbahaya pada malware, tetapi toko aplikasi third-party lebih rentan terhadap munculnya aplikasi berbahaya. Para ahli menyarankan agar pengguna berhati-hati mengunduh aplikasi dari sumber third-party.
Saat aplikasi berbahaya ini ter-install pada perangkat, aplikasi ini kabarnya dikenali sebagai aplikasi resmi dari bank di Korea Selatan seperti Nong Hyup, Shinhan, Kookmin, Woori, Hana, Busan dan Korean Federation of Community Credit Cooperatives.
Malware ini kemudian menampilkan peringatan yang menyatakan bahwa aplikasi online banking pengguna harus di-update. Jika update ini disetujui oleh pengguna, malware akan menghapus aplikasi yang sah dan menggantinya dengan salinan yang sama.
Kemudian, aplikasi tersebut akan meminta password yang bisa digunakan untuk mengakses banyak layanan online oleh pengguna. Kabarnya, lebih dari 2 ribu variasi malware yang terdeteksi oleh Cheetah. (ahl)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar