Jumat, 03 April 2015

Kisah Nenek Penjual Gemblong Memancing Simpati Ribuan Netizen


TRIBUNNEWS.COM -Kisah mengharukan wanita tua penjual gemblong yang dibagikan Ernydar Irfan kini ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam cerita tersebut, Wanita tua penjual gemblong tersebut menangis akibat merasa malu karena mengira seorang pembeli tidak menyukai gemblong jualannya. Hingga kini, nenek tersebut masih belum diketahui keberadaannya. Kendati begitu, kisah tersebut mampu menyedot perhatian serta iba para netizen. Pada akun facebookgrup @SumedangTandang Akun @Meysa Murbhakti mengatakan, “Ya Robb.. kuatkanlah ibu ini, gampangkanlah rizki ibu ini, sehatkan ibu ini. Pagi-pagi udah mencucurkan air mata melhat kisah ibu ini. Semoga pemerintah lebih peka terhadap masyarakat yang kurang mampu dan yang sudah jompo-jompo karena di sekitar kita masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita,” tulisnya. Lalu ada juga pengguna Facebook dengan nama akun @Nabila L. Shafana “Sudah tua tapi semangatnya luar bisa, berusaha sekuat tenaga daripada harus mengemis minta dikasihani,” tulisnya. @Arifin Saputra Sungguh kasian nasib ibu itu pintu hati saya sampai terketuk mendengarnya,” tulisnya. Dalam Kutipan Cerita tersebut diceritakan sang wanita tua penjual gemblong ini mengetuk pintu rumah seseorang untuk menawarkan dagangannya yakni kue gemblong. Dalam cerita tersebut sang pemilik rumah yang melihat kondisi wanita penjual gemblong seperti terlihat sangat lelah dengan banjir keringat serta tentengan kotak kue gemblong. Singkat cerita sang pemilik rumah merasa iba karena mendengar cerita sang wanita tua penjual gemblong mengatakan bahwa sejauh ia berkeliling belum ada satupun kuenya yang terjual. Sementara ia harus memberi makan keluarganya. Sang pemilik rumah memberinya uang untuk dibelikannya beras serta ongkos pulang pergi naik ojek. Selain itu sang pemilik rumah yang murah hati tersebut menyuruh agar kue gemblong tersebut dibagikan saja di jalan. Sang penjual kue gemblong menangis setelah si pemilik rumah memberinya uang namun tidak membeli kue gemblongnya. ““Bu.. Saya gak mau ke sini lagi… Saya malu…. Ibu gak doyan kue jualan saya… Ibu cuma kasihan sama saya… Saya malu,” ujar si penjual gemblong sambil menangis memeluk sang pemilik rumah. Sambil tersenyum sang pemilik rumah yang baik hati mengatakan bahwa alasannya tidak membeli kue gemblongnya, karena si pemilik rumah sudah merasa kekenyangan. “Ibu, saya doyan kue jualan Ibu, tapi saya kenyang… Sementara di luar pasti banyak yang lapar dan belum tentu punya makanan. Sekarang Ibu pulang ya,” kata sang pemilik rumah. http://m.tribunnews.com/regional/2015/04/03/kisah-nenek-penjual-gemblong-memancing-simpati-ribuan-netizen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar