Senin, 20 April 2015

Kisah pilu Ketut, cacat tanpa kaki tak lagi dapat bantuan pemerintah


Merdeka.com -Ketut Suarma (40), warga Banjar Dangintukadaya, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali adalah penyandang cacat permanen sejak lahir. Jika dia bergerak, kakinya diseret dengan tumpuan kedua tangannya. Minggu (19/4) sore, Ketut menjadi pusat perhatian warga dan pengguna jalan Denpasar-Gilimanuk, karena penyandang cacat ini tiba-tiba muncul melintasi jalan raya yang padat arus lalu lintasnya. Ketut Permadi kakak dari Suarma yang ditemui di rumahnya, Minggu (19/4) petang menuturkan, adiknya memang termasuk kurang mampu karena keterbatasannya tersebut. Adiknya memang cacat sejak kecil. Dia dirawat bergantian oleh keluarganya. Kadang dia juga berusaha bekerja dengan kondisinya seperti itu lantaran malu terus-terusan merepotkan keluarganya. Menurut Parmadi, adiknya itu tidak mendapat bantuan raskin namun mendapat bantuan dari Kemensos Rp 300 ribu sebulan. Sayangnya menurut Parmadi, sejak bulan November 2014 hingga April 2015 adiknya tidak pernah lagi mendapat bantuan dari Kemensos. "Kami juga tidak tahu apakah dapat atau tidak lagi bulan-bulan berikutnya. Namun kartu asistensi sosial dengan penyandang cacat disabilitas berat tahun 2014 masih ada. Biasanya memang dirapel empat bulan dapat Rp 1,2 juta. Kami kalau mau mengambil ke kantor pos sering diberi tahu pihak desa, namun sejak November tahun lalu tidak pernah ada," terang Permadi. Sementara itu Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wayan Gorim dikonfirmasi mengatakan, untuk saat ini yang sudah cair untuk bantuan penyandang cacat bulan Januari, Februari dan Maret 2015. "Tapi kalau terkait bantuan untuk Pak Suarma coba dikonfirmasikan kepada pihak desa, karena data basenya ada di desa," jelasnya. (mdk/rnd) http://m.merdeka.com/peristiwa/kisah-pilu-ketut-cacat-tanpa-kaki-tak-lagi-dapat-bantuan-pemerintah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar