Selasa, 23 Desember 2014

Seluruh siswa SMA dan SMK di Boyolali diperintahkan nonton Inbox

Merdeka.com -Sebuah surat edaran yang berisi pemberitahuan agar siswa SMK dan SMA Kabupaten Boyolali menghadiri program musik Inbox SCTV beredar di media sosial. Surat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Boyolali Kabid SMA SMK Suyanta. Dalam surat tertanggal 18 Desember tersebut, siswa diminta hadir di lokasi syuting, di Alun-Alun Boyolali. Siswa juga diminta datang sejak pukul 06.30 WIB. Berikut isi surat edaran nomor 421.3/4539/14/2014 yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah SMK dan SMA di Kabupaten Boyolali. 1. Kegiatan dilaksanakan di Alun Alun Kabupaten Boyolali pada hari Senin-Rabu, tanggal 22-24 Desember 2014 pukul 06.30 WIB sampai selesai. 2. Kepala Sekolah agar berpartisipasi dengan mengerahkan siswanya secara bebas dan tertib ke lokasi kegiatan. (Jadwal terlampir). 3. Rencana pengisi acara kegiatan tersebut: a. pada hari Senin, 22 Desember 2014 mulai pukul 06.30 WIB diisi oleh peserta duta seni pelajar tahun 2014. b. Pada hari Selasa dan Rabu, 23 dan 24 Desember 2014 mulai pukul 06.30 WIB diisi oleh kelompok spontan dance dari pengunjung goyang guman lagu Sakitnya Tuh di Sini. (mdk/tts) http://m.merdeka.com/peristiwa/seluruh-siswa-sma-dan-smk-di-boyolali-diperintahkan-nonton-inbox.html

Minggu, 21 Desember 2014

Umay dan ibu risma walikota


Umay dan Bu WalikotaSaya mendapatkan kabar dari teman saya di Surabaya, Farida Hardaningrum tentang IbuRisma Walikota Surabaya..."Hari ini saya mendapat pengalaman yang sangat mengesankan…Mengikuti acara Penganugerahan Pendamping terbaik bagi para mahasiswa di Surabaya yang telah sukses membina adik-adik asuh untuk kembali bersekolah. Acara berlangsung meriah, anak-anak jalanan yang telah berubah menjadi pelajar tampil di panggung. Prestasi mereka beragam, ada yang juara menyanyi, berprestasi di sekolah, hingga meraih medali perak tingkat nasional untuk balap sepeda.Walikota Surabaya (Ibu TriRisma Harini) tidak canggung menyebut mereka sebagai “Anak-anak Saya”.Tapi bukan itu yang membuat saya dan belasan orang mengharu biru… Ketika acara telah berakhir, dan Walikota beserta rombongan telah meninggalkan tempat acara, yaitu Liponsos/Lingkungan Pondok Sosial Kalijudan yang menampung anak berkebutuhan khusus…Tiba-tiba dari dalam gedung pertemuan terdengar seorang anak menangis meraung-raung,menyebut ibunya… Cukup lama dia menangis sehingga banyak yang datang padanya, termasuk saya. Ternyata ia adalah seorang anak tuna grahita berusia sekitar 15 tahun. Pada acara pembukaan tadi saya lihat si Umay (nama anak itu) sangat asyik berjoget gembira…Tangisnya makin menggema.. sambil terus memanggil-manggil.. di mana Ibuku… di mana Ibuku….Ada apa gerangan?? Menurut penjelasan pengurus Pondok, ternyata Umay kehilangan “Ibunya” yang tak lain adalah Walikota Surabaya, Tri Risma Harini… Rupanya, saat bu Risma pulang, dia tengah berada di kamar mandi… Istilah Jawa-nya adalah “kelayu”…Tak seorang pun bisa mendiamkan Umay, sehingga pimpinan Pondokberinisiatif menelpon seseorang. Saya dengar beliau melaporkan bahwa Umay tidak bisa berhenti menangis. Ternyata yang ditelpon adalah bu Risma!Saya cuma berpikir… Ah, mungkin itu hanya bersifat laporan… mana mungkin seorang walikotamau kembali hanya untuk menenangkan anak tuna grahita…?Tapi sekitar 5 menit kemudian…. Subhanallah…. Masuklah sebuah mobil Innova hitam yang tadi dikendarai bu Walikota ke dalam halaman Liponsos..dan bu Risma punturun…Orang-orang segera memanggil Umay, dan berbaurlah bocah itu ke pelukan “Ibunya”….Bagaikan sikap seorang Ibu kepada anaknya, bu Walikota mendekap dan bertanya, kenapa tadi Umay tidak ikut mengantar? Terlihat si Umay begitu manja dan tak mau lepas dari pelukan “Ibunya” itu… sehingga bu Risma harus mengatakan “Ibu harus mencari uang untuk makan kamu… supaya kamu bisa belajar joget dan menyanyi…” Akhirnya Umay pun mau melepaskan pelukan, disertai senyuman….Sungguh… sebuah kejadianyang sangat jauh dari rekayasa, apalagi pencitraan…"Sumber dari facebook Farida: sumber : https://www.facebook.com/farida.hardaningrum/posts/10204835574441065

Jumat, 05 September 2014

Laporan Wartawan Tribun Timur Mulyadi TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -Kasus penembakan bayiFathir Muhammad, pada tanggal 1 Februari 2013 lalu di rumahnya Jl Baji Gau, Kecamatan Mamajang mandek di Kepolisian Sektor Kota Besar (Polsekta) Mamajang. Paman Korban, Ari (27) saat ditemui di kediamannya mengungkapkan kasus keponakannya tersebut tidak mengalami perkembangan. Malahan terkesan tidak diproses. Ia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali mempertanyakan terkait kasus tersebut kepihak Polsekta Mamajang, namun polisi berdalih kalau tidak ada penyidik. "Saya sudah beberapa kali menanyakan perkembangan kasus ini tapi pihak Polsekta selalu beralasan penyidik tidak ada. Sampai sekarang kasus ini masih belum berjalan," ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa sikap polisi yang terkesan cuek menangani kasus ini membuat pihak keluarganya sangat kecewa. "Keluarga sudah menunggu bagaimana perkembangan kasus tersebut tetapi polisi seakan tidak meresfect pada kasus ini," jelasnya. Berdasarkan dari alasan pihak Polsekta, Ari pun menpertanyakan kasus tersebut ke polisi. Ari saat berbincang di rumahnya, Jl Baji Gau, Kamis Malam (4/9/2014), masih terbata-bata ketika menceritakan insiden yang menimpa putra saudaranya tersebut. Keluarga Korban berharap agar Polisi serius menyusut pelaku penembak peluru nyasar yang menyebabkan salah satu anggota keluarganya meninggal.(*) http://m.tribunnews.com/regional/2014/09/05/kasus-bayi-tertembak-mandek-di-tangan-penyidik-polsek-mamajang

Sabtu, 30 Agustus 2014

Kamis, 28 Agustus 2014 | 16:41 WIB KOMPAS.com -Setelah buang air besar, sebaiknya jangan buru-buru menyiram kotoran di kloset. Melalui kotoran, ternyata kita bisa melihat status kesehatan, mulai dari pola makan, kecukupan air, atau apakah kita beresiko terhadap suatu penyakit. Kotoran atau tinja adalah 'sampah' dari makanan yang nutrisinya sudah diserap tubuh. Kotoran mengandung makanan yang tidak tercerna, bakteri, lendir, dan sel mati, hal inilah yang menyebabkan kotoran berbau. Meski dirasa menjijikkan, tak ada salahnya memerhatikan kondisi kotoran di toilet sebelum disiram. Tekstur 1. Bongkahan kecil padat dan terpisah seperti kacang Anda kekurangan serat dan cairan! Biasakan minum air putih lebih banyak dan konsumsi buah dan sayuran. 2. Memanjang dan padat Kondisi tubuh Anda juga kekurangan serat dan cairan, tapi tidak separah seperti tekstur sebelumnya. 3. Bentuk sosis dengan retakan pada permukaan Ini adalah bentuk yang normal. Retakan itu berarti tubuh Anda masih membutuhkan asupan air. 4. Bentuk sosis, lembut dan halus Kotoran bentuk ini adalah yang paling ideal. Anda tidak perlu khawatir karena tubuh Anda sehat! 5. Bongkahan lunak dengan potongan yang jelas Kotoran ini pun masih tergolong normal bila Anda BAB beberapa kali dalam sehari. 6. Bongkahan lunak dengan ujung kasar dan encer Bentuk ini menandakan kesehatan Anda sedang turun. Bisa jadi, Anda akan mengalami diare. 7. Cair, tidak ada yang padat Anda menderita diare. Penyakit ini bisa disebabkan karena infeksi. Diare merupakan cara tubuh membersihkan diri. Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari tubuh. 8. Lengket dan menempel di permukaan kloset Kotoran Anda mengandung terlalu banyak minyak. Kemungkinannya tubuh tidak menyerap lemak dengan baik. Penyakit seperti pankreatitis kronis mencegah tubuh untuk menyerap minyak secara normal. Warna 1. Cokelat Warna alami yang menandakan tubuh sehat. Warna cokelat dihasilkan oleh empedu di liver. 2. Hitam Anda bisa jadi mengalami pendarahan di dalam tubuh karena maag atau kanker. Vitamin tertentu yang mengandung zat besi juga dapat menyebabkan kotoran menjadi hitam. Waspadai bila kotoran tersebut juga lengket. 3. Hijau Makanan terlalu cepat melewati usus besar Anda. Kemungkinan lainnya, Anda terlalu banyak mengonsumsi sayuran atau makanan yang mengandung warna hijau. 4. Putih, cerah, atau krem Warna taklazim ini bisa jadi disebabkan karena ada penghalang pada saluran empedu. Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebabnya. Cek ke dokter. 5. Kuning Kotoran mengandung lemak berlebih dan cenderung berbau tajam. Hal ini bisa disebabkan karena gangguan penyerapan seperti yang disebabkan penyakit celiac pada usus. 6. Merah atau ada bercak darah Waspadalah jika Anda sering menemukan darah pada kotoran karena bisa jadi salah satu gejala kanker. Bila Anda mengalami gejala aneh seperti salah satu di atas, pastikan dulu setelah 1-2 kali BAB lagi. Bila gejala berlanjut, barulah konsultasi kepada dokter. Rata-rata frekuensi BAB seseorang adalah dua kali sehari. Ada yang lebih dan ada yang kurang. Menurut para dokter, tidak ada patokan pasti. Selama BAB lancar, bentuk dan warnanya baik, itu sudah cukup. Untuk menjaga kondisi pencernaan tetap sehat dan menghindari konstipasi, biasakan konsumsi serat sekitar 20-25 gram perhari, minum air putih yang banyak, dan olahraga. Hidrasi yang tepat akan membuat usus bekerja dengan baik dan dapat memproses makanan dengan lancar. Jadi, apa warna dan bentuk kotoran Anda? Penulis: Kevin Sanly Putera Editor: Lusia Kus Anna Sumber: healthworks.my http://health.kompas.com/read/2014/08/28/164104123/Cek.Kondisi.Kesehatan.Lewat.Warna.dan.Bentuk.Kotoran