MAHKAMAHKONSTITUSI.GO.ID
Salinan berkas gugatan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menunjukkan jumlah perolehan suara versi mereka.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Anggota tim hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Maqdir Ismail, menilai kesalahan dalam isi dokumen gugatan ke Mahkamah Konstitusi hanya kesalahan ketik maupun penghitungan.
Menurut Maqdir, kesalahan itu bisa saja terjadi pada kalkulator yang digunakan untuk melakukan penghitungan.
"Itu kan manusiawi kalau soal jumlah persentase. Yang penting mari kita lihat substansinya. Kalkulator juga kan kadang-kadang dia enggak sampai (penghitungan) seperti itu," kata Maqdir saat dihubungi, Minggu (27/7/2014).
Menurut Maqdir, kesalahan itu adalah hal yang manusiawi. Tim Pembela Merah Putih ini yakin terjadi pelanggaran atau kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden 2014. Maqdir juga menyesal sedikitnya waktu yang diberikan MK untuk dapat mengajukan gugatan.
"Bisa bayangkan, memperbaiki itu hanya satu hari, kemudian untuk mempersiapkan permohonan hanya dalam tiga hari," kata dia.
Dalam berkas gugatan yang diunggah situs resmi MK, terdapat sejumlah kejanggalan pada berkas tersebut. Ada dua file PDF berisi berkas gugatan yang diunggah MK di situs web resminya. Berkas awal sebanyak 55 halaman. Adapun berkas yang sudah diperbaiki sebanyak 147 halaman.
Kejanggalan banyak terjadi di dokumen awal gugatan. Salah satunya poin 4.7 halaman 8 bagian Pokok Permohonan, Prabowo-Hattamengklaim kemenangan dalam Pemilu Presiden 2014 dengan perolehan suara 67.139.153 atau 50,25 persen, sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapatkan 66.435.124 suara atau 49,74 persen.
Total persentase suara yang sudah dibulatkan itu tidak mencapai 100 persen, tetapi 99,99 persen. Angka persentase ini ditulis sama di semua bagian berkas tersebut. Pembulatan angka pada persentase suara milik Prabowo-Hattaseharusnya 50,26 persen.
Dalam dokumen yang sudah direvisi, angka persentase perolehan suara Prabowo-Hattatetap tidak berubah, yakni 50,25 persen. Adapun bagian-bagian yang kosong di Papua Barat sudah dihilangkan, tetapi tetap tidak menyebutkan nama PNS dan TPS yang dimaksud.
Minggu, 27 Juli 2014
Rektor UGM cukup kirim satu orang jadi presiden.
http://m.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/26/rektor-ugm-kami-cukup-kirim-sarjana-untuk-jadi-presiden
Kamis, 17 Juli 2014
Mulai Agustus 2014, Pemilik Kartu SIM Harus Melakukan Registrasi secara Langsung, Termasuk Pengguna Nomor Lama
Mulai Agustus 2014, Pemilik Kartu SIM Harus Melakukan Registrasi secara Langsung, Termasuk Pengguna Nomor Lama
LainnyaJul 17, 20140262
Pada bulan mendatang, kebijakan baru dari pemerintah akan secara efektif mulai diberlakukan. Kebijakan tersebut adalah melakukan pengetatan sistem registrasi kartu SIM prabayar. Pemerintah melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kini mewajibkan kepada seluruh pemilik kartu SIM, baik lama ataupun baru, untuk melakukan registrasi secara langsung.
Registrasi tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemilik kartu seperti saat ini, di mana pengguna handphone bisa mengirimkan data ke nomor 4444. Selanjutnya, registrasi hanya bisa dilakukan oleh pihak penjual, oultet distributor serta gerai yang dimiliki oleh operator telepon. Pendaftaran tersebut pun diharuskan pada KTP pemilik kartu SIM.
Hal ini, menurut pemerintah, dilakukan untuk menghindari adanya pesan singkat spam yang saat ini kerap terjadi. Terlebih banyak yang sudah menjadi korban penipuan melalui SMS seperti contohnya adalah korban SMS mama minta pulsa dan sebagainya. Dengan pendaftaran secara langsung, maka hal ini diharapkan bisa diminimalisir.
viaChip
Rabu, 16 Juli 2014
Bantuan Pangan danObat dari Masyarakat Indonesia Berhasil Diterima Warga Gaza
Jakarta - Bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk warga Palestina berhasil disalurkan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bantuan itu berupa paket pangan hingga air kepada warga Palestina.
Di bulan Ramadan ini penduduk Gaza pun ikut menikmati makanan berbuka penuh gizi yang disalurkan oleh mitra dan relawan lokal ACT di Gaza, Palestina. Di tengah kecamuk perang yang belum ada tanda-tanda berhenti, relawan ACT bertekad segera mengirim food parcel, obat-obatan, dan membuka Dapur Umum Ramadan, serta pengadaan air minum dengan truk tanki air yang akan keliling di Gaza City.
Selama ini, secara periodik ACT menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut kepada Palestina. Selain bantuan pangan bagi sebagian besar penduduk Gaza yang kehilangan mata pencaharian akibat perang, ACT juga mengirim donasi dari masyarakat Indonesia untuk kebutuhan kesehatan melalui Jabaliya Medical Centre.
"Pengiriman dana operasional tergantung kebutuhan pihak Jabaliya Medical Centre," ujar Vice President ACT Ibnu Khajar dalam rilis ACT yang diterima Rabu (16/7/2014).
Akibat bombardir militer Israel, penduduk Gaza kini harus mengalami kesulitan lebih parah lagi. Selain kesulitan memperoleh makanan, penduduk Gaza kesulitan mendapatkan air bersih.
"Sebenarnya penduduk Gaza sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih akibat air tanah disedot oleh pihak Israel, untuk keperluan penduduk Kota Tel Aviv dan daerah-daerah sekitarnya," terang Senior Vice President ACT Imam Akbari.
"Kesulitan hidup penduduk Gaza masih ditambah dengan sebagian penduduk yang rumahnya rata dengan tanah akibat terkena bom militer Israel," pungkas Imam.
- Memasuki hari kedelapan, korban tewas akibat gempuran udara Israel ke Gaza semakin bertambah dan kini mencapai angka 186 jiwa. Jumlah ini melebihi jumlah korban tewas dalam konflik Zionis Israel dan Palestina yang terjadi November 2012 lalu.
Dalam dua serangan terpisah yang terjadi pada Senin (14/7) malam, dilaporkan 5 warga Palestina tewas. Juru bicara dinas urusan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra menuturkan, serangan udara di Rafah, Gaza bagian selatan menewaskan 3 orang, termasuk seorang anak.
Buka Kantor di Palestina
Perhatian luar biasa umat Islam Indonesia dan dunia kepada perkembangan nasib saudara-saudara muslim di Palestina, mendorong ACT untuk membuka kantor perwakilan di Gaza. Pembukaan kantor ini penting, mengingat konflik Israel-Palestina dipastikan bakal berkepanjangan.
Perang mungkin sekali waktu berhenti. Namun efek perang, yang membutuhkan aksi-aksi recovery bagi korban-korban perang, khususnya masyarakat sipil, tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Belum lagi masalah insfrastruktur yang hancur atau rusak akibat perang.
"Dengan pembukaan kantor perwakilan ini, ke depan ACT bisa lebih cepat lagi melakukan aksi-aksi bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia, baik yang bersifat emergency maupun recovery," ujar Presiden ACT Ahyudin.
Tragedi Palestina yang kembali terjadi saat ini, ternyata menimbulkan hal positif, yakni kedekatan emosional dan spiritual yang makin kuat antara umat Islam Indonesia dan Palestina. Maka untuk terus menjalin silaturahim Indonesia-Palestina, harus ada tempat bagi ACT di Gaza yang menjadi sentral komunikasi kemanusiaan antara bangsa Palestina dan Indonesia.
Pada Senin (14/7/2014) malam, pukul 23.00 WIB ACT telah berhasil mengirim dua orang relawan yakni Andhika P Swasono dan dr. Fakhrur Razi ke Palestina. Mereka akan memasuki Gaza melalui jalur negara tetangga Palestina, Yordania.
"Kami mohon doa kepada seluruh bangsa Indonesia, agar Allah SWT memberikan kemampuan kepada ACT menjalankan amanat yang diberikan bangsa Indonesia untuk rakyat Palestina dengan baik dan sempurna," pinta Ahyudin.
Selasa, 15 Juli 2014
Jangan Lupa... Besok Pengumuman SBMPTN 2014!
Selasa, 15 Juli 2014 | 19:11 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Panitia pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 akan mengumumkan hasil ujian seleksi tersebut besok, Rabu (16/7/2014). Peserta menjalani SBMPTN untuk ujian tulis dan keterampilan pada 17-19 Juni 2014 lalu.
Tahun ini SBMPTN diikuti oleh 664.509 peserta lulusan SMA/sederajat. Peserta mengikuti ujian tulis untuk meraih satu dari 86 ribu kursi PTN yang disediakan oleh 64 kampus negeri seluruh Indonesia.
Bagi yang ingin melihat kelulusannya, mulai besok peserta bisa mengecek secara online melalui lipsus SBMPTN Kompas.com atau laman www.sbmptn.or.id. Pengumuman kelulusan tersebut dapat diakses mulai pukul 17.00 WIB.
"Kami sudah mempersiapkan pengumuman hasil tes tertulis ini dengan baik," ujar Ketua Panitia SBMPTN 2014, Prof. Ganjar Kurnia, Selasa (15/7/2014).
Selanjutnya, setelah pengumuman peserta akan melakukan pendaftaran ke kampus tujuan masing-masing. Calon mahasiswa harus menunjukkan Kartu Tanda Bukti Pendaftaran SBMPTN 2014 dan mengikuti segala persyaratan dan waktu yang ditetapkan perguruan tinggi negeri (PTN) bersangkutan.
Penulis: Latief
Editor: Latief
Komplain THR Tak Cair, Lapor ke Sini!
Jakarta- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) kembali membuka posko khusus pengaduan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2014. Hal ini untuk menampung pengaduan dari pekerja/buruh terkait pembayaran THR.
Menakertrans Muhaimin Iskandar mengajak pemerintah daerah melalui dinas-dinas tenaga kerja untuk mendirikan Posko Satgas Ketenagakerjaan Peduli Lebaran atau posko pengaduan THR.
"Posko pengaduan THR dibuka baik di tingkat pusat (Kemenakertrans) maupun di daerah-daerah sehingga pekerja/buruh yang memiliki permasalahan terkait pembayaran THR di perusahaannya dapat melakukan pengaduan atau pun konsultasi langsung,” kata pria yang disapa Cak Imin saat safari ramadhan dan buka buka bersama dengan direksi dan pekerja/buruh PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), Cikarang-Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (15/7/2014).
Cak Imin mengatakan di tingkat pusat, pihaknya membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2014 di kantor Kemnakertrans Jl. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan. Posko ini pun dapat dihubungi melalui telp/fax (021) 525 5859 serta alamat e-mail : direktoratppkad@ yahoo.com.
Ia mengatakan setiap pelaporan yang masuk ke posko pengaduan THR di Kemnakertrans dan di dinas-dinas Tenaga Kerja akan langsung ditindaklanjuti.
"Semua permasalahan yang diadukan oleh pekerja maupun perusahaan akan langsung difasilitasi dan dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk diselesaikan dengan segera," katanya.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya posko pemantauan THR biasanya menerima pengaduan menjelang hari Lebaran. Sebagian besar permasalahan yang diadukan biasanya bersifat konsultasi soal THR, keluhan karena belum menerima THR serta laporan sementara karena diduga perusahaan tidak akan mau membayar.
Bahkan posko pemantauan THR pun menerima pengaduan ketenagakerjaan lainnya seperti soal besaran gaji, status pekerjaan dan sampai masalah PHK. Sementara itu pengaduan dari pihak perusahaan-perusahaan biasanya berupa permintaan konsultasi pembayaran THR.
Ironis, Komisi I DPR PanggilRRI karena "Quick Count"
Ironis, Komisi I DPR Panggil RRI karena "Quick Count"
situs Antaranews.com
Hasil hitung cepat pemilu legislatif 2014 yang dilakukan RRI. Hasil hitung cepat tersebut dipublikasikan di situs Antaranews.com
Senin, 14 Juli 2014 | 17:39 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Dwipayana, berpendapat, pemanggilan Radio Republik Indonesia (RRI) oleh Komisi I DPR merupakan bentuk intimidasi. Ia mempertanyakan mengapa Komisi I DPR tidak memanggil RRI saat lembaga penyiaran tersebut melakukan hitung cepat pada Pemilu Legislatif 9 April lalu.
"Komisi I intimidatif pada RRI. Memanggil itu sebagian dari intimidasi," ujar Arie saat dihubungi, Senin (14/7/2014).
Menurut Arie, RRI terdata secara resmi di Komisi Pemilihan Umum. Dia menilai RRI memiliki kredibilitas karena hasil hitung cepat RRI saat pileg kemarin memiliki kedekatan dengan hasil KPU (lihat tabel di atas). Menurut dia, RRI tidak bisa disebut lembaga "abal-abal".
Arie menuturkan, RRI memiliki sumber daya manusia dan teknologi yang kompeten dalam melakukan hitung cepat.
"RRI punya SDM yang mumpuni. Untukquick count,(mereka)punya teknologi. Dia punya anggaran yang tanpa terlalu besar, tetapi sanggup membiayai hitung cepat," kata Arie.
Dia mengatakan, RRI berbeda dengan lembaga survei lain yang harus membayar tenaga lebih untuk melakukan hitung cepat. RRI memiliki staf dan jaringan di seluruh Indonesia.
"Ini ironis, kenapa mereka tidak melakukan pemanggilan pasca-pileg? RRI ini sudah melakukanquick countsaat pileg," ucap Arie.
Sebelumnya, Komisi I DPR berencana memanggil jajaran direksi RRI pasca-hasil hitung cepat lembaga itu disiarkan di sejumlah lembaga penyiaran. (Baca: Komisi I Akan Panggil RRI karena Lakukan "Quick Count")
Hasil hitung cepat RRI menunjukkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul dengan perolehan 52,71 persen. Adapun Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 47,29 persen.
"Komisi I berencana memanggil jajaran direksi RRI terkait penayanganquick countmereka di sejumlah lembaga penyiaran," kata Ketua Komisi I yang juga anggota timses Prabowo-Hatta, Mahfud Siddiq.
Penulis: Arimbi Ramadhiani
Editor: Sandro Gatra
Panwaslu Heran Tentara di Sulsel Minta Hasil C1 Pilpres ke Sejumlah KPUD
Panwaslu Heran Tentara di Sulsel Minta Hasil C1 Pilpres ke Sejumlah KPUD
Selasa, 15 Juli 2014 05:22 WIB
Share Tweet
KOMPAS.COM/KPU.GO.ID
Gambar pemindaian formulir C1 dari TPS 47, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
MAKASSAR, TRIBUN -Komisioner Pemilu Sulselmengungkap kejanggalan dalam tahapan penghitungan/rekapitulasi hasil pemilihan presiden (pilpres).
Oknum intelijen TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) mendatangi sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di empat kabupaten di Sulsel(Bulukumba, Pangkep, Luwu, dan Parepare) untuk meminta dokumen formulir C-1 hasil penghitungan pilpres.
Komisioner Pemilu Sulsel, Mardiana Rusli (37), kepada Tribun, Senin (13/7/2014) kemarin, menyebut permintaan itu sebagai "keanehan."
"Aneh saja dan tak prosedural. Ini tak biasa. Dulu waktu pileg (pemilu legislatif tak ada yang begini ini," kata Mardiana yang sejak Minggu (13/7) lalu, sudah memposting 'keanehan" ini ke laman sosial media, Facebook, miliknya.
Mardiana menerima laporan itu dari komisioner pilpres di daerah sejak hari pencoblosan Rabu (9/7/2014) hingga Minggu (13/7/2014).
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengaku sudah melaporkan 'temuan kejanggalan" ini ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.
Ketua Bawaslu SulselHL Arumahi pun bereaksi. "Saya sudah instruksikan jangan dikasih, yang berhak mendapatkan hal itu cuma panwas dan saksi," katanya.
Arumahi juga mengungkapkan, bahwa ternyata bukan hanya anggota KPU di daerah yang didatangi intelijen dan personel TNi di level kabupaten/kota. "Panwas daerah juga mengeluhkan hal tersebut ke Bawaslu provinsi," katanya.
Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI (inf) Bachtiar mengkonfirmasi permintaan dukumen hasil pilpres itu oleh aparat Kodim di teritori kerjanya.
"Ya, itu atas persetujuan saya," kata Bactiar menjawab wartawan usai acara buka puasa bersama Pangdam VII/Wrb, Siswa Sesko TNI dan unsur muspida Sulseldi kediaman resminya, Jl Jend Sudirman, Ujungpandang, Makassar, petang kemarin.
Dia menjelaskan, persetujuan ke aparat kodim itu di beberapa kabupaten di Sulselitu semata untuk kepentingan dokumentasi.
Kodam VII/Wirabuana membawahi 35 kodim di pulau Sulawesi. Ke-35 komando distrik level kabupaten/kota itu berada dibawa koordinasi teritorial 5 komando resimen militer (Korem).
Kodam juga membawahi satu resimen induk militer dan 12 batalyon organik/pasukan tempur; batalyon infanteri, kavaleri, artileri, zeni tempur, arhanudri, dan yonif 700 Raider.
Senin, 14 Juli 2014
4 Ribu Pengeras Suara di Masjidil Haram Bisa Didengar Hingga 9 Km
Senin, 14/07/2014 20:47 WIB
4 Ribu Pengeras Suara di Masjidil Haram Bisa Didengar Hingga 9 Km
Ramdhan Muhaimin- detikRamadan
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi telah memasang 4.000 pengeras suara di seluruh area Masjidil Haram dan sekitarnya. Suara azan dan doa yang dikumandangkan melalui perangkat pengeras suara itu bisa terdengar hingga radius 9 km.
Sistem teknologi pengeras suara yang digunakan di masjid suci umat muslim dunia ini dipilihkan dari merek yang terkenal dan tercanggih di dunia. Perangkat ini untuk memberi kenyamanan kepada para jamaah selama Ramadan dan musim haji.
"Pengeras suara juga dipasang di koridor dan area luar masjid," ujar Direktur Operasional Masjidil Haram Faras Al Saadi, seperti dikutip dari Arabnews, Senin (14/7/2014).
4.000 Pengeras suara itu termasuk 656 pengeras suara yang dipasang di koridor timur dan area teras masjid yang baru dibuka selama Ramadan.
"Sebuah komite teknis telah memilih merek yang paling canggih dan model setelah memeriksa sistem suara yang paling efektif di seluruh dunia," katanya.
Hebatnya, suara dari perangkat teknologi ini bisa didengar hingga 9.000 meter atau 9 km, dari Gaza Street sampai ke Ibrahim Khalil Street.
"Pengeras suara yang dipasang di luar akan tetap jernih meski diterpa angin atau bahkan dalam cuaca buruk. Ini merupakan pekerjaan teknis yang kompleks. Tiang-tiang khusus telah didirikan di sejumlah jalan yang melingkari area dan selatan masjid," jelasnya.
Pengeras suara yang dipasang di atas Clock Tower Makkah juga dapat didengar sampai 7 km jauhnya dan lampu hijau dan putih yang kuat yang menyala pada waktu shalat dapat dilihat dari kejauhan 30 km.
Ini membantu jamaah dengan kesulitan pendengaran," pungkas Al Saadi.
Sabtu, 12 Juli 2014
Ketika PDIP Terjegal Revisi Undang-undang MD3
VIVAnews– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah memenangi Pemilu Legislatif 9 April 2014. Maka, seperti biasa yang terjadi pada partai peraih kursi mayoritas di DPR pada pemilu-pemilu sebelumnya, PDIP merasa berhak atas kursi Ketua DPR periode baru.
Masalahnya, ambisi PDIP itu kini terganjal oleh kesepakatan para anggota DPR periode saat ini, yang masa tugasnya akan berakhir dalam hitungan bulan. Mereka adalah para politisi dari kubu-kubu pesaing PDIP yang beberapa hari lalu merevisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3).
Berdasarkan revisi UU MD3 yang baru disahkan Selasa 8 Juli 2014 –sehari sebelum Pemilu Presiden, mekanisme pemilihan pimpinan DPR berubah dari sistem proporsional menjadi sistem paket. Bila pada sistem proporsional pimpinan DPR diberikan kepada partai pemenang Pemilu Legislatif, maka pada sistem paket pimpinan DPR dipilih langsung oleh anggotanya berdasarkan partai politik.
Penentuan revisi UU MD3 ini dilakukan secara voting. Sistem paket didukung oleh koalisi gemuk yang terdiri dari 6 partai politik, yakni Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS, PPP, dan PAN. Keenam partai tersebut saat ini merupakan bagian dari koalisi Merah Putih yang berada di belakang Prabowo-Hatta.
Sementara partai-partai yang menolak perubahan pemilihan pimpinan DPR dari sistem proporsional menjadi sistem paket adalah PDIP, PKB, dan Hanura. Ketiganya merupakan partai pengusung Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pilpres. Tiga partai itu walk out dalam sidang pengesahan UU MD3.
Alhasil, PDIP sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif terancam tak bisa mendudukkan kadernya di kursi Ketua DPR. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu pun tak tinggal diam. Mereka berencana menggugat UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi.
“PDIP merasa hak konstitusionalnya dilanggar. Perubahan proses pemilihan pimpinan DPR dari sistem proporsional sebagai bentuk penghargaan kepada parpol pemenang pemilu kini ditiadakan. Pimpinan DPR sekarang jadi dipilih secara liberal. Maka kami akan gunakan jalur hukum lewatjudicial review,” kata Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, 10 Juli 2014.
Anggota Komisi III Bidang Hukum DPR dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari, menuding revisi UU MD3 terkait pasal pemilihan pimpinan DPR tersebut diskriminatif dan sengaja dimaksudkan untuk mengunci PDIP. “Terlebih metode pemilihan sistem paket itu hanya berlaku untuk DPR, tidak untuk DPRD,” ujar Eva, Jumat 11 Juli 2014.
Berikut pasal-pasal berisi mekanisme pemilihan pimpinan DPR dalam UU MD3 yang bakal digugat PDIP ke Mahkamah Konstitusi:
Pasal 84
Ayat (1) Pimpinan DPR RI terdiri atas satu orang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota DPR.
Ayat (2) Pimpinan DPR sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dipilih dari dan oleh anggota DPR dalam satu paket yang bersifat tetap.
Ayat (3) Bakal calon pimpinan DPR berasal dari fraksi dan disampaikan dalam sidang paripurna.
Ayat (4) Setiap fraksi sebagaimana dimaksud ayat 3 dapat mengajukan satu bakal calon pimpinan.
Ayat (5) Pimpinan DPR sebagaimana dimaksud ayat 1, dipilih secara musyawarah mufakat dan ditetapkan dalam rapat paripurna DPR.
Ayat (6) Dalam hal musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud ayat 5 tidak tercapai, pimpinan DPR dipilih dengan pemungutan suara, dan yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pimpinan DPR dalam rapat paripurna DPR.
Ayat (7) Selama pimpinan DPR sebagaimana dimaksud ayat 1 belum terbentuk, sidang DPR pertama kali untuk menetapkan pimpinan DPR dipimpin oleh pimpinan sementara DPR.
Ayat (8) Pimpinan sementara DPR sebagaimana dimaksud ayat 7 berasal dari anggota DPR yang tertua dan termuda dari fraksi yang berbeda.
Ayat (9) Pimpinan DPR ditetapkan dengan keputusan DPR.
Ayat (10) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemilihan pimpinan DPR diatur dalam Peraturan DPR tentang Tata Tertib.
Tak perlu izin Presiden
Poin krusial lain dalam UU MD3 yang baru ini adalah pemeriksaan terhadap anggota DPR yang terjerat tindak pidana tidak memerlukan izin Presiden. Sementara pemeriksaan terhadap anggota DPRD yang terjerat perkara pidana pun tak perlu izin dari Gubernur atau Menteri Dalam Negeri. Berikut pasalnya:
Pasal 245
Ayat (1) Pemanggilan dan permintaan keterangan untuk penyidikan terhadap anggota DPR yang diduga melakukan tindak pidana harus mendapat persetujuan tertulis dari Mahkamah Kehormatan Dewan.
Ayat (2) Dalam hal persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diberikan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan paling lama 30 hari terhitung sejak diterimanya permohonan, maka pemanggilan dan permintaan keterangan untuk penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan.
Ayat (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku apabila anggota DPR:
a. tertangkap tangan melakukan tindak pidana.
b. disangka melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau tindak pidana kejahatan terhadap kemanusiaan dan keamanan negara berdasarkan bukti permulaan yang cukup.
c. disangka melakukan tindak pidana khusus.
Badan Akuntabilitas Dihapus
Pokok perhatian lain dalam revisi UU MD3 adalah penghapusan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN). BAKN digabung ke dalam Badan Keahlian Dewan. Hal ini diprotes oleh politisi Partai Amanat Nasional Teguh Juwarno.
“Penghapusan BAKN perlu ditinjau kembali. BAKN justru harus dikuatkan untuk meningkatkan citra parlemen karena kehadiran BAKN untuk memberi catatan kritis atas catatan Badan Pemeriksa Keuangan dan auditor DPR,” kata Teguh.
Ketua DPR Marzuki Alie dalam pidato penutupan masa sidang IV tahun 2013-2014 menyatakan, revisi UU MD3 dilakukan demi terwujudnya parlemen yang produktif, efektif, dan akuntabel.
“Inti dari substansi baru penguatan kelembagaan dilakukan dengan melakukan penataan, restrukturisasi, remodifikasi kelembagaan, dan pelaksanaan hak-hak, tugas, dan wewenang MPR, DPR, DPD, dan DPRD,” kata Marzuki.
Berikut poin-poin krusial dalam UU MD3 baru yang telah disahkan:
1. Badan Kehormatan DPR akan diperkuat kewenangannya dan berganti nama menjadi Mahkamah Kehormatan DPR.
2. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara dihapuskan. Posisi BAKN digabung ke dalam Badan Keahlian Dewan.
3. Badan Anggaran menjadi alat kelengkapan tetap DPR.
4. Pemeriksaan anggota DPR atau MPR atas masalah hukum tidak perlu izin presiden, sementara pemeriksaan anggota DPRD tidak butuh izin Menteri Dalam Negeri atau gubernur .
5. Perubahan mekanisme pemilihan pimpinan DPR dari sistem proporsional menjadi sistem paket. (ren)
© VIVA.co.id
PM Israel Bersumpah Tak Akan Hentikan Gempuran ke Gaza
Tel Aviv- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah tidak akan menghentikan gempuran ke Gaza. PM Netanyahu bertekad untuk mencapai tujuannya, yakni menghentikan serangan roket Hamas.
"Tidak ada tekanan internasional yang akan mencegah kami dari menyerang, dengan seluruh kekuatan, terhadap organisasi teroris yang menyerukan untuk menghancurkan kami," tegas PM Netanyahu, seperti dilansirAFP, Sabtu (12/7/2014).
"Tidak ada sasaran teroris di Gaza yang kebal," imbuhnya.
PM Netanyahu menyatakan, Israel tidak akan tunduk pada dunia untuk menghentikan gempuran militer keji di Gaza. Seperti diketahui bahwa banyak pihak, termasuk AS dan juga PBB yang menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Saat ditanya apakah Israel akan mengubah pola serangan dari serangan udara, yang dilakukan sejak Selasa (8/7) lalu, menjadi operasi darat di Gaza demi menghentikan serangan roket militan setempat, PM Netanyahu mengaku belum memutuskan.
"Kami mempertimbangkan segala kemungkinan dan bersiap untuk segala kemungkinan," jawabnya.
Namun dia menegaskan bahwa Israel akan tetap melanjutkan operasi militernya ke Gaza. Menurut Netanyahu, Israel telah menyerang lebih dari 1.000 target di Gaza dan masih akan terus berlanjut.
Sedangkan komandan militer Israel, Letnan Jenderal Benny Gantz menyatakan, pasukannya siap untuk bertindak jika dibutuhkan. Hal ini menunjukkan indikasi kesiapan Israel dalam mengirimkan tank dan juga pasukan militernya untuk operasi darat.
"Kami berada di tengah-tengah serangan dan kami bersiap untuk memperluasnya sebesar yang dibutuhkan, ke lokasi yang diperlukan, dengan kekuatan yang diperlukan dan selama yang diperlukan," ucap Gantz kepada wartawan setempat.
Selasa, 08 Juli 2014
Gabung Salat Jamaah di Tahiyat Akhir, Bagaimana Niatnya?
-Tanya:
Assalamualaikum. Saya mau nanya kalau kita mau salat berjamaah ternyata salat jamaahnya sudah takhiyat terakhir, dan kita mau ikut jamaah itu. Kita niatnya makmuman ataw sendirian, karena kadang-kadang ada orang yang menunggu salat itu selesai baru bikin jamaah baru? Terima kasih
Wassalamualaikum.
(agusto.supriyanto@ yahoo.com)
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb
Niatlah salat berjamaah bersama imam dan ikuti imam pada posisi apa pun. Jika imam sedang dalam keadaan tasyahud akhir, setelah takbiratul ihram Anda langsung bertakbir untuk duduk tasyahud mengikuti imam. Ini berdasarkan hadis Nabi saw, "Apabila seseorang di antara kamu datang untuk salat sementara imam dalam suatu keadaan, hendaklah ia melakukan apa yang dilakukan oleh imam." (HR At-Tirmidzi, hadis hasan gharib). Oleh Syaikh Al-Albani hadis ini dinilai sahih.
Orang yang datang terlambat mengikuti salat jamaah dan mendapati imam dalam keadaan tasyahud akhir, ia tetap mendapat pahala salat berjamaah. Ini menurut pendapat Imam Abu Hanifah, pendapat yang populer dalam mazhab Syafi'i, dan sebagian ulama mazhab Hanafi. Ulama-ulama ini berdalil pada hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Apabila kamu mendatangi salat, hendaklah kamu menjaga ketenangan. Salatlah apa yang kamu dapati, dan sempurnakanlah apa yang tertinggal."
Selain itu, mereka juga berdalil pada hadis lain yang bersumber dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Apabila kalian mendengar ikamat, berjalanlah menuju salat (berjamaah) dengan tenang, jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapati, salatlah padanya; dan apa yang tertinggal, sempurnakanlah." (Muttafaq ‘alaih).
Sedangkan menurut Imam Malik, orang tersebut tidak dihitung salat berjamaah. Menurutnya, seseorang baru dinilai salat berjamaah kalau mendapati sekurang-kurangnya satu rakaat penuh. Pendapat ini berdasarkan hadis Nabi saw, "Barangsiapa mendapati satu rakaat salat, maka ia telah mendapati seluruh salat." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Agaknya pendapat pertama (mayoritas ulama) lebih kuat. Sebab, dalam hadis lain, Rasulullah saw menyatakan bahwa pahala salat berjamaah tetap didapat oleh orang yang berniat dan berusaha untuk berjamaah walaupun pada akhirnya mendapati salat jamaah sudah selesai. Dalam hadis riwayat An-Nasa’i dari Abu Hurairah ra disebutkan Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa berwudu, lalu melakukan wudunya dengan baik, kemudian keluar menuju masjid dan mendapati salat jamaah sudah selesai, Allah telah mencatat pahala baginya seperti pahala orang-orang yang salat berjamaah, tidak kurang dari pahala mereka sedikit pun."
Jadi, hemat saya, tidak perlu menunggu imam selesai kemudian membuat jamaah baru.
Wallahu a’lam.
Puasa Membangun KesalehanSosial (2)
Mengajarkan Al Quran adalah salah satu bentuk kesalehan sosial. Seseorang tidak mau pintar sendiri tetapi mau mengajarkan kepada orang lain. Bahkan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda“Barang siapa menyembunyikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat, maka Allah akan mencambuknya pada hari kiamat dengan cambuk dari api neraka.”
Oleh karena Islam sangat peduli dengan kehidupan sosial. Orang yang saleh secara sosial tidak tahan dan tidak bisa diam melihat kemungkaran di masyarakat yang harus perbaiki. Kemampuan merubah kehidupan sosial selalu terkait dengan keimanan.
Misalnya Hadist riwayat Muslim:
“Dari Abu Sa’id AlKhudri Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: Barangsiapadi antara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu maka cegahlah dengan lisanmu danjika kamu tidak mampu juga maka cegahlah dengan hati. Dan itulah selemah-lemahnya iman”.
Tingkatan iman seseorang merefleksikan kemampuan sesorang melakukan perubahan sosial. Artinya semakin tinggi iman seseorang dia akan mampu mencegah kemungkaran dengan tangannya. Mencegah dengan hati (dengan doa) adalah refleksi dari selemah-lemah iman.
Ramadan membina iman dengan puasa, salat dan zakat. Dalam Quran surat Al-Anfal: 2-4 disebutkan seseorang yang beriman secara sesungguhnya atau memiliki iman sejati.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, danapabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka [karenanya] dan kepada Tuhanlah merekabertawakkal, [yaitu] orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepadamereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya”.
Dari hadist di atas digambarkan seperti itulah orang yang beriman sejati, oleh karena itu tidak sempurna keimanan seseorang sebelum dia saleh secara sosial. Oleh karena itu tidak sempurna iman seseorang menurut Rasulullah SAW jika dia tidak baik kepada tetangga, tidak baik kepada istri.
Jika kita hanya sholeh secara pribadi, dan meninggalkan kesalehan sosial maka kita bukan lagi menjadi ummat yang terbaik. Hanya dengan memiliki kesalehan pribadi tidak membawa seseorang untuk masuk surga. Oleh karenanya Islam selalu mengajak kita untuk terus mengembangkan kesalehan. Allah Swt berfirman dalam surat Ali Imran: 112 tentang bagaimana kerusakan seseorang karena tidak saleh secara sosial:
“Duribat 'alaihimu dzillatu 'ainama tsukifu illa bihablim minallohi wahablim minannasi (Mereka diliputi kehinaan di manasaja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali [agama] Allah dan tali [perjanjian] dengan manusia).”
Kehinaan dan kemuliaan terkait dengan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dun-ya dan AT-Thabrabni dari Sahabat Ibnu Umar ra.
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah yang paling memberi manfaat kepada yang lain. Amalkebaikan yang paling disukai oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah kebaikan berupa kebahagiaan yang disisipkan ke dalamhati seorang muslim atau menghilangkan kesusahan yang dialaminya atau melunasi hutangnya atau menghilangkan rasa laparyang melilitnya.”
“Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk membantu hajatnya, lebih kusukai daripada iktikaf di masjid selama satu bulan. Siapa yang menahan marahnya, Allah Subhanahu Wata’ala tutupi auratnya. Siapa yang mampu menahan rasa marahnya padahal ia bisa memuntahkannya, Allah Subhanahu Wata’ala isi hatinya dengan keridhaan di Hari Kiamat. Siapa yang berjalan untuk memenuhi hajat saudaranya yang muslim, Allah Subhanahu Wata’ala akan kokohkan kakinya pada hari banyak kaki yang tergelincir. Sesungguhnya akhlak yang buruk merusak amal seperti cukak merusak madu.”
Kemudian, bagaimana caranya agar kita memiliki kesalehan sosial?
Dalam hadist-hadist yang telah disebutkan di atas kita dapat mempelajari hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membangun kesalehan sosial kita. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi langkah kita untuk mendapatkan kesalehan sosial:
1. Salehkan terlebih dahulu diri kita secara pribadi dengan cara banyak menuntut ilmu dan memperkuat ibadah. Dengan ilmu, kita akan mengetahui bahwa kita harus bermanfaat bagi orang lain, tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri.
2. Banyak bersilaturahim dan mengetahui orang lain oleh karena perintah silaturahim diwajibkan oleh Rasulullah. Dari
Jubair bin Muth'im Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali silaturahmi." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Banyak memberi hadiah/bantuan. Seorang yang beriman hendaknya jangan pelit (bakhil). Orang yang mampu menaklukkan jiwa
pelitnya dalam dirinya itulah orang yang paling sukses dalam kehidupan. Allah Swt berfirman dalam QS. Ali Imran:
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka,bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkanitu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan [yang ada] di langit dan dibumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 3:180).
Orang yang berinfak tidak pernah miskin, justru akan menjadi orang yang sukses (al falah). Ali bin Abi Thalib berkata:
“Tahaadu tahaabu”, saling memberi hadiah kalian agar kalian saling mencintai. Harus ada cinta, sayang serta rahmat kepada orang lain. Seorang yang beriman tidak berburuk sangka, selalu harus berpikiran positif. Kalau selalu berburuk sangka, dia berarti tidak bisa bisa bermasyarakat.
Saling memberikan hadiah akan dapat mengikatkan hati, umat terdahulu bangga dengan memberi, sedangkan umat sekarang merasa bangga kalau sudah menerima zakat dari seseorang. Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari dari ibn Umar, Rasulullah bersabda:
“Al-yadul'ulya khairun minal yadus sufla (Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah)”.
Hadist ini memberi pengertian yang memberi lebih utama atau memiliki nilai lebih di sisi Allah dari pada orang yang menerima.
Semoga Ramadan ini mampu membangun dan menjadikan kita orang yang beriman yang memiliki kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.
Senin, 07 Juli 2014
Puasa Membangun KesalehanSosial (1)
Jakarta - Kesalehan secara sosial merupakan bagian dari ciri-ciri orang yang bertakwa. Seorang beriman yang saleh dan bertakwa, sudah pasti memiliki amal saleh dan pasti memiliki kesalehan sosial. Allah Swt berfirman dalam QS. Al Baqarah: 1-3
“Alif laam miim. Kitab [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, [yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,”
Dalam rangkaian ayat tersebut disebutkan ciri-ciri orang-orang yang bertakwa yaitu: beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rejeki. Menafkahkan rejeki ini merupakan salah satu ciri dari kesalehan sosial.
Seseorang yang beriman kepada Allah Swt maka kesalehan sosialnya semakin bagus. Oleh karena itu, orang yang beriman diibaratkan seperti bola lampu. Lampu dengan daya 100 Watt akan lebih terang dibandingkan dengan lampu dengan daya 5 Watt.
Semakin tinggi daya (volt-ampere) dari sebuah lampu, maka lampu itu akan semakin terang dan cahayanya akan semakin menjangkau seluruh ruangan. Begitu juga dengan manusia, semakin tinggi tingkatan iman seseorang (diibaratkan sebagai makin tinggi daya sebuah lampu), semakin banyak dan makin luas pula manfaat sosialnya untuk manusia. Makin tinggi iman seseorang, dia semakin mau membantu orang lain dan semakin memiliki kepedulian terhadap orang lain. Ini yang disebut sebagai keshalehan sosial. Dia tidak sekedar sholeh secara pribadi (dengan Allah Swt) tetapi juga sholeh secara sosial, hubungannya dengan manusia. Baik hablum minallah maupun hablum minannas.
Kajian ini akan disampaikan menurut sudut pandang Al Quran dan Al Hadist, agar kita tidak ragu dan kita bisa sami’na wa ata’na (mendengar dan mentaati). Dalam Quran surat Al Maidah ayat 2, Allah Swt berfirman:
“Wata’awanu ‘alalbirri wattaqqa wala ta’awanu ‘alal itsmi wal’udwan (Dan tolong-menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran)”. (QS. Al Maidah: 2)
Ayat ini mendahulukan al birr (kebaikan) dari pada at takwa. Al birr adalah hubungan kemanusiaan (keshalehan sosial), sedangkan at takwa adalah hubungan harmonis dengan Allah Swt (iman, spriritual). Ayat in menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan keshalehan sosial sampai-sampai ia didahulukan dari pada at takwa. Oleh karena itu tidak ada orang yang beriman yang kemudian tidak memuliakan tamu dan tidak menghormati tetangganya. Dalam Hadist Riwayat Bukhari Muslim Rasulullah SAW bersabda:
“Mankaana yu’minu biillaahi walyawmil akhiri falyakhul koiroon awliyashmut Waman kaana yu’minu biillaahi walyawmil-akhiri falyukrim jaarohu Waman kaana yu’minu biillaahi walyawmil akhiri falyukrim dhoyfahu (Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam. Dan barang siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tetangganya".
Orang yang beriman kepada Allah Swt hendaklah kata-katanya tidak mudah menyinggung orang lain. Hendaklah dia berkata baik saja. Kalau tidak mampu berkata dengan kata-kata yang baik maka lebih baik diam, orang beriman harus begitu. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan:
“Min husni islamil mar’i tarkuhu maa laa ya’niihi yang artinya sebagian dari kebaikan keIslaman seseorang adalah meninggalkan suatu hal yang tidak berguna baginya. ” [Hadits Hasan, HR Tirmidz).
Seorang muslim harus meninggalkan sesuatu yang sepele, hal-hal yang sia-sia atau tidak berguna. Dalam hadist lain bersabda Rasulullah SAW:
“Al-Muslimu man salima al-muslimuuna min lisaanihi wa yadihi, wa al-muhaajiru man hajara maa nahaa Allaahu ‘anhu. (Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah).” (Shahih Bukhari).
Iman kepada Allah Swt dan hari akhir harus membawa kita kepada kesholehan secara sosial. Kesholehan sosial ini dibina di bulan Ramadan. Contohnya, puasa yang terbaik kata Rasulullah adalah ketika kita mempuasakan makan, minum, syahwat serta mempuasakan seluruh panca indera kita. Mata, hidung dan mempuasakan lidah dan mulut untuk berbicara sembarangan, artinya berbicara yang baik saja. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda
“Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta (qaula al-dzuur) dan melakukan sesuatu dengan dasar kedustaan itu, maka tidak ada gunanya ia meninggalkan makanan dan minumannya itu disisi Allah” (HR. Bukhari).
Siapa yang tidak mampu meninggalkan kata-kata yang buruk dan keji, memutuskan silaturahim dengan kata-katanya, maka tidak ada gunanya puasanya, meninggalkan makan dan minum. Kesholehan sosial ini penting sekali dalam Islam. Bahkan Allah Swt menjelaskan dalam Al Quran, misalnya dalam QS Ali Imran:
“Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnas ta'muruna bil ma'ruf wa tanhauna anil munkar wa tu’minuuna billahi (Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
Kalian adalah umat yang terbaik karena kalian mempunyai kharakter atau kharakteristik yaitu mampu melakukan “ta’muruna bil ma’ruf”, mampu memerintahkan orang untuk berbuat baik, jadi mampu memperbaiki kehidupan sosialnya (amar ma’ruf) dan mampu melakukan “nahi munkar”, mencegah kemungkaran yang terjadi dalam masyarakat. Ini keshalihan sosial, jadi yang menjadi ukuran keshalehan sosial adalah amar ma’ruf dan nahi munkar.
Sholeh secara sosial tidak bisa membiarkan korupsi yang terjadi, tidak membiarkan orang mengambil hak orang lain, tidak membiarkan maksiat yang terjadi di depannya. Umat yang terbaik harus sholeh kedua-duanya baik sholeh secara pribadi dan sholeh secara sosial. Dalam ayat tersebut, amar maruf nahi munkar didahulukan dan baru kemudian iman kepada Allah di belakang, hal ini menunjukkan begitu pentingnya keshalehan sosial dalam Islam.
Dalam hadist riwayat At-Thabrani Rasulullah SAW bersabda:
“Khoirukum anfauhum linnas (sebaik-baik kalian adalah yang bermanfaat bagi orang lain)”. Kata-kata khoirukum sering dipakai dan biasanya terkait dengan keshalihan sosial seperti “Khoirukum man ta'allamal qur'an wa 'allamahu (Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Al quran dan dan mengajarkannya kepada orang lain”. (al-Hadits)
�
�
*) Sumber materi dari kajian online PPI Italia 4 Juli 2014 dengan pembicara Dr. Khairan Muhammad Arif, M.Ed, dosen UIN Jakarat, Ketua prodi Magister Pendidikan Universitas As Syafiiyyah Jakarta, Anggota Penasihat Ikadi Indonesia dan Bulan Sabit Merah Indonesia.
*) Penulis adalah anggota PPI Italia, koordinator Keluarga dan Komunitas Islam Indonesia Italia (KeKita), mahasiswa S3 bidang Teknologi Informasi, University of Parma, Italia.
Ketiduran dan Belum Mandi Junub setelah Berhubungan dengan Istri
Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya, jika sampai pagi hari puasa dia belum mandi setelah berhubungan badan dengan istri. Padahal dia sempat menjalankan sahur, namun ketiduran?
Terima kasih,
Iwan,
Palembang, Sumatera Selatan.
Jawaban:
Mandi junub di pagi hari setelah berhubungan badan suami istri tidak membatalkan puasanya, walaupun sempat sahur dan tertidur kembali. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwaytkan dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:
“Rasulullah SAW pernah pada pagi hari dalam keadaan junub setelah berhubungan (jima’) pada malam harinya bukan karena mimpi di bulan Ramadan kemudian beliau melanjutkan puasanya.” (HR Imam Bukhori dan Imam Muslim).
Imam Muslim meriwayatkan beberapa hadits yang semakna dengan hadits tersebut, di antaranya:
Dari Abdurrahman bin Abu Bakar, ia bercerita sesungguhnya Marwan mengutusnya dan bertanya tentang seseorang yang junub di pagi hari apakah ia melanjutkan puasanya. Ummu Salamah menjawab: “Rasulullah SAW pernah junub di pagi hari karena berhubungan (jima’) bukan karena mimpi kemudian beliau tidak membatalkan puasanya dan tidak juga meng-qadhanya.”
Dalam riwayat lain disebutkan :
Dari Aisyah RA, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW meminta fatwanya dan ia mendengarkannya dari belakang pintu. Laki-laki tersebut bertanya:
“Wahai Rasulullah waktu salat telah tiba sedangkan aku dalam keadaan junub, apakah aku lanjutkan puasanya? Rasulullah SAW menjawab, ”Suatu ketika, tiba waktu salat sedangkan aku dalam keadaan junub maka aku lanjutkan puasanya." Orang tersebut berkata, ”Engkau tidak seperti kami wahai Rasulullah SAW, Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan akan datang.” Lalu Rasulullah SAW menjawab, ”Demi Allah, sesungguhnya aku berharap menjadi orang yang paling taat kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa.”
Dari keterangan hadits di atas maka bila seseorang berhubungan badan dengan istrinya di malam hari dan dalam keadaan junub sampai pagi hari, puasanya tidak batal. Ia boleh melanjutkan puasanya dan tidak ada kewajiban mengganti (meng-qadha) puasa di hari lain.
Wallahu a’lam bishshawab
Ustadz Mohamad Suharsono, Lc.
Kepala Biro Kepatuhan Syariah dan Ketua Korps Da'i PKPU.
Minggu, 06 Juli 2014
Lebih Menggetarkan Mana, Gol Messi atau Lantunan Alquran?
Jakarta - World Cup atau Piala Dunia sepakbola telah membuat demam bagi para penggila bola terutama yang mempunyai kesebelasan favoritnya masuk ke putaran piala dunia. Tahun ini getaran piala dunia berbarengan dengan datangnya bulan suci Ramadan yaitu bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim dunia, mengapa? Karena di dalam bulan Ramadan terdapat malam-malam yang luar biasa dan tidak pernah diberikan Allah pada bulan yang lain.
Rasulullah saw bersabda:"Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah azza wa jalla mewajibkan atas kalian berpuasa Ramadan. Pada bulan ini dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Siapa yang diharamkan dari kebaikannya maka sungguh dia telah-benar-benar diharamkan kebaikan."(HR An-Nasai).
sungguh luar biasa bukan!!!
Piala dunia atau puasa Ramadan, mana yang lebih menggetarkan buat kita? Melihat gol-gol spektakuler yang dibuat oleh Messi yang oleh pelatih Nigeria dianggap dari planet lain atau sundulan Van Persie saat mencetak gol ke gawang Inggris, ataukah mengisi malam-malam Ramadan dengan Tadarus mengaji dan mempelajari kalam ilahi yaitu Alquran. Jawaban hanya ada pada diri Anda masing-masing.
Ibarat produk dan Pasar
Ibarat sebuah produk, maka perhelatan piala dunia merupakan produk yang dihasilkan oleh manusia dengan pengaruh Allah di dalamnya. Sementara Ramadan merupakan produk Allah Azza wa jalla yang tidak mungkin manusia terlibat di dalamnya. Melihat perbedaan ini harusnya manusia wabil khusus umat muslim memilih ibadah Ramadan sebagai prioritas dalam menjalankannya bukan Piala Dunia sebagai prioritas. Tapi bukan manusia namanya bila tidak mbalelo karena tahu bahwa Allah itu maha pengampun, sehingga punya dalih pasti Allah mengampuni setiap kesalahan umatnya. Sepakbola sebagai produk manusia memang mempunyai daya tarik yang luar biasa, beberapa hari yang lalu ketika melihat hasil pertandingan antara Yunani dan Costarica selepas sholat subuh, bagaimana para suporter masing-masing negara sampai menangis sungguh luar biasa sihir dari sepakbola. So kapan kita terakhir meneteskan airmata ketika bermunajah atau membaca, mendengar wahyu Allah yang tertulis dalam Alquran al kariim.
Piala dunia memang menyebabkan demam yang luar biasa, bahkan dalam satu rumah bisa mempunyai kesebelasan favorit masing-masing. Ya, inilah piala dunia yang berlangsung empat tahun sekali. Demikian halnya dengan Ramadan juga menyebabkan demam keimanan bagi semua umat muslim dunia.
Hal yang juga menarik untuk diperhatikan, dua momentum ini mempunyai potensi atau peluang yang luar biasa besarnya dalam konteks bisnis. Dalam ilmu pemasaran maka ini yang disebut dengan ‘seasonally market’ atau pasar musiman artinya kejadian ini hanya terjadi pada saat datang piala dunia dan Ramadan, sehingga bagi para pelaku pasar kejadian yang langka ini bisa menjadi peluang bisnis yang luar biasa besarnya. Geliat Piala Dunia hanya berlangsung 4 tahunan, sehingga semua merek berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat terbaik di dalam kegiatan pemasarannya, seperti contoh ada dua merek yang tengah bertempur selama piala dunia yaitu Nike dan Adidas karena merekalah yang menguasai pasar asesoris olahraga yang mampu menghasilkan triliunan rupiah.
Ramadan juga datangnya setiap tahun hanya satu kali, hal ini juga membuka peluang bisnis yang tidak kalah luar biasa dibandingkan perhelatan piala dunia seperti bazar Ramadan, umroh Ramadan, paket buka puasa bareng di hotel-hotel berbintang, belum lagi ditambahkan besarnya infaq dan sedekah dari umat muslim yang biasanya lebih gampang meluncurnya daripada bulan-bulan di luar Ramadan karena Allah berjanji melipatgandakan apa-apa yang hambanya sedekahkan di bulan Ramadan sampai tak terhingga besarnya.
Dijelaskan dalam hadits qudsi,"Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untukKu dan Akulah yang akan membalasnya, setiap kebaikan akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat."(HR Bukhari, No 1894)
Siapa yang mampu dan cepat melihat peluang serta mengoptimalkan setiap peluang yang ada menjadi sebuah produk atau jasa dengan segala keunikan maka merekalah yang akan keluar sebagai pemenang dunia dan akhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam Riwayat Abu Ya’la: “Seandainya umatku mengerti kebaikan-kebaikan yang ada di bulan ini (Ramadan), niscaya umatku mengharapkan dalam setahun menjadi Ramadan semuanya.
”Wallahu A’lam bishowab.
*Penulis merupakan Dosen STEI Tazkia
Sabtu, 05 Juli 2014
TNI, Kopassus, Terlibat Dalam Pembunuhan Baru.Angkatan Bersenjata Yng Dipilih Obama Dlm Pemberian Bantuan AS Tel Melakukan Pembunuhan Aktivis 2009
Oleh Allan Nairn
[News and Comment ( www.allannairn.com), Sunday, March 21, 2010 (5:58 pm, US Eastern)]
Menurut beberapa pejabat Indonesia, kepolisian, dan catatan pemerintah, TNI yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekarang sedang menunggu pencairan kembali bantuan AS, telah membunuh sejumlah aktivis sipil pada tahun 2009.
Pembunuhan-pembunuhan tersebut adalah bagian dari program rahasia pemerintah, didukung oleh Jakarta, dan dikoordinasikan sebagian oleh seorang Jendral Kopassus yang pernah dilatih AS. Ia telah mengakui dalam rekaman bahwa anak buahnya di TNI memang memegang peranan dalam pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Berita ini datang ketika Presiden AS Barack Obama tengah mempersiapkan pengumuman yang akan merubah kebijakan lama pemerintah AS -- yang diterapkan oleh Konggres karena tekanan dari akar rumput -- tentang pembatasan kategori-kategori bantuan AS terhadap TNI. TNI adalah sebuah kekuatan yang pada saat-saat menerima pelatihan dari AS, telah pula membunuh ratusan ribu rakyat sipil.
Adanya berita tentang pembunuhan baru ini akan menjadi masalah bagi Obama karena alasan untuk membuka kembali bantuan itu adalah bahwa TNI tidak lagi membunuh rakyat sipil. Menlu Hillary Clinton mengatakan kepada Konggres bahwa masalahnya adalah apakah ada pembunuhan yang baru, namun, pada kenyataannya pembunuhan tersebut tidak berhenti: TNI tetap melakukan pembunuhan politik.
Seorang pejabat Indonesia yang kerapkali bertemu dengan para petinggi TNI dan dengan Presiden Indonesia mengatakan bahwa pembunuhan tersebut didukung dan disahkan oleh ‘petinggi-petinggi di Jakarta.’ Ia memberikan penilaian yang mendetail tentang beberapa aspek dari program ini, termasuk nama korban, metode, dan nama-nama mereka yang melakukannya.
Keterangan mendetail yang dikutip dalam laporan ini juga dibenarkan oleh pejabat-pejabat lainnya, termasuk beberapa pejabat senior POLRI. Sebagian juga diakui oleh seorang Jendral Kopassus yang membantu jalannya pembunuhan ini.
Seorang pejabat senior mau berbicara karena dia tidak setuju dengan pembunuhan ini. Ia menolak disebut namanya karena kuatir akan posisi jabatannya serta keselamatan pribadinya.
Keterangan mendetail yang telah diketahui sejauh ini menyangkut serangkaian pembunuhan dan pengeboman di Aceh -- terletak di bagian Barat Indonesia -- dimana telah dilakukan pemilihan lokal dengan Partai Aceh (PA) sebagai peserta. Partai Aceh adalah sebuah partai politik yang merupakan penerus dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Paling tidak ada delapan aktivis PA dibunuh menjelang pemilihan umum pada Aplri lalu. Pembunuhan=pembunuhan tersebut, menurut pejabat-pejabat yang mengetahuinya, bertujuan untuk menimbulkan kebingungan di kalangan para pendukung PA dan menekan partai tersebut untuk tidak membicarakan isu kemerdekaan. Ini adalah sebuah sikap yang didukung oleh Presiden Jendral Susilo Bambang Yudhoyono, tidak saja di Aceh melainkan juga diseluruh Indonesia.
Seorang aktivis, Tumijan, umur 35, buruh perkebunan sawit di Nagan Raya, diculik dan mayatnya ditemukan dua hari kemudian di sebuah kali. Lehernya digorok, tubuhnya dicincang, dan terikat oleh kabel listrik. Mayatnya muncul dekat pos TNI. Beberapa keluarganya menuduh aparat keamanan sebagai pelakunya, dan karenanya mereka menerima ancaman pembunuhan dari orang-orang yang tidak dikenal.
Seorang aktivis PA yang lain, Dedi Novandi, umur 33, yang juga dikenal sebagai Abu Karim, sedang duduk di dalam mobil diluar rumahnya ketika kaca mobil dibuka paksa oleh seorang berpakain sipil yang mengeluarkan pistol dan menembakkan dua peluru ke kepalannya.
Seorang pejabat POLRI yang tahu secara mendetail tentang pembunuhan tersebut menyebutnya sebagai pembunuhan professional, yang memakai orang-orang yang telah terlebih dahulu mengawasi gerak-gerik Abu Karim.
Beberapa jam sebelumnya, Karim menerima seorang anggota delegasi dari sebuah organisasi yang disponsori oleh Bank Dunia dimana ia menyatakan keprihatinannya terhadap pembunuhan yang terkait dengan pemilihan serta pembakaran dan serangan granat terhadap kantor-kantor PA.
Tidak lama setelah pembunuhan, BBC datang ke tempat kejadian perkara. Koresponden BBC, Lucy Williamson dengan mengutip seorang tetangga Karim mengatakan, “adalah aneh bahwa polisi tidak bisa menemukan orang yang membunuh [Abu Karim]. ‘Mungkin karena tidak ada saksi,” ujarnya. “Dan saya pikir, sebetulnya aneh juga kalau tidak ada saksi tapi apa yang bisa saya katakan? Setiap orang mengatakan bahwa mereka tidak ada menyaksikan apapun.”
“Di dalam rumah,” lanjut Williamson, “Istri Abu Karim, Cut Dede, dengan gugup memandang putra mereka yang berumur empat tahun. Seperti banyak orang disini ia tidak memiliki keraguan sedikit pun bahwa ini adalah pembunuhan politik.”
Nyatanya, menurut seorang pejabat senior dan beberapa orang lain yang mengkonfirmasinya, pembunuhan terhadap Tumijan dan Abu Karim adalah bagian dari pembunuhan terencana yang dilakukan oleh TNI, yang dikoordinasikan oleh Pangdam Aceh di tingkat propinsi. Pada saat itu Pangdam Aceh dijabat oleh Jendral Sunarko.
Sunarko dikirim ke Aceh oleh Presiden Jendral Susilo, setelah menjadi Komandan Kopassus. Sebelumnya Sunarko adalah Kepala Staff Kostrad, sebuah lembaga komando cadangan strategis Angkatan Darat yang beroperasi di seluruh kepulauan Indonesia dan bermarkas di Jakarta, didekat istana kepresidenan.
Sunarko diangkat ke dalam posisi kunci ini setelah menangani milisi di daerah pendudukan Timor Timur. Ia menjadi komandan intelijen Kopassus disana pada saat operasi terror TNI di tahun 1999, sebuah operasi yang mencakup pembakaran dan pembunuhan massal pada orang-orang Timor Leste bersiap-siap -- dan pada akhirnya menang -- untuk mengikuti jajak pendapat untuk menentukan kemerdekaan.
Pembunuhan terhadap aktivis PA tahun 2009 terjadi di seluruh Aceh. Pembunuhan terhadap Abu Karim di Bieruen, diakui oleh seorang pejabat pemerintah, diatur oleh Jendral Sunarko dan dilaksanakan oleh Letkol R. Suharto, komandan lokal TNI, dengan memakai perwira dan prajurit TNI dan dibantu oleh kalangan milisi sipil yang pernah didukung oleh TNI seperti milisi FORKAB dan PETA.
Letkol R.Suharto telah lama bekerja pada BAIS, lembaga intelijen strategis TNI yang memainkan peranan integral dalam pembunuhan terencana di seluruh Indonesia dan terkenal karena pembunuhan dan penyiksaan di daerah pendudukan Timor Timur dan, pada saat ini, di daerah pendudukan de facto Papua Barat.
Ketika saya tanyakan kepada pejabat POLRI tentang Letkol Suharto dan pembunuhan Abu Karim, mereka menjadi sangat gugup seperti halnya para tetangga yang dikutip dalam laporan BBC.
Mereka segan membicarakan peran yang dilakukannya, kecuali secara pribadi. Kami kemudian memulai rekaman dan saya bertanya apakah Letkol Suharto yang sesungguhnya menjalankan operasi pembunuhan terhadap Abu karim dan beberapa pembunuhan lainnya? Saya juga bertanya lebih jauh apakah Letkol Suharto adalah salah satu dari orang yang melakukan ‘operasi-operasi gelap’ yang pada saaat itu masih berjalan? Pejabat POLRI itu tidak menyangkal apapun dan hanya mengatakan, “Saya tidak bisa memberikan komentar tentang hal itu” dan bersikeras agar namanya tidak dikaitkan pada pernyataan tersebut.
Pada hari Jumat, sekitar jam 10:30 malam, saya menelpon Letkol Suharto di telpon genggamnya.
Tidak ada jawaban dan karena itu saya mengirim SMS, yang dijawabnya dengan pertanyaan siapa yang mengirim SMS ini. Saya menyatakan diri saya dan kami mulai percakapan lewat SMS yang baru berakhir setelah tengah malam. Di tengah-tengah SMS tersebut saya berusaha menelponnya lima kali, namun setiap kali ia hanya membiarkan telponnya bordering.
Lewat SMS, Letkol Suharto bertanya saya ada dimana dan kemudian bagaimana saya mendapat nomor telponnya. Ia juga bertanya mengapa saya ingin bicara dengan dia. Saya membalas saya ingin mendiskusikan soal pembunuhan terhadap aktivis PA, termasuk Abu Karim. Suharto menulis balik dan mengatakan bahwa itu urusan polisi. Saya tanyakan apakah TNI yang melakukan pembunuhan-pembunuhan itu? Letkol Suharto menjawab tidak, lalu saya bertanya lagi lewat text,”Apakah ini berarti Anda tahu siapa pembunuhnya?” Ia menjawab tidak untuk pertanyaan itu juga, lalu kemudian saya melanjutkan,”Jadi, agaimana Anda tahu kalau TNI tidak terlibat?”
Pada saat itu, Letkol Suharto memutuskan sambungan telpon. Saya berusaha menelpon tapi hanya mendengar rekaman suara perusahan telpon. Saya kemudian mengirim SMS lagi dan bertanya apakah dia, Letkol Suharto, “terlibat dalam pembunuhan Abu Karim, atau pembunuhan para aktivis PA lainnya.” Sinyal dari perusahan telpon mengindikasikan bahwa pesan SMS itu diterima dengan baik, namun hingga saat ini, 51 jam kemudian, Letkol Suharto tidak menjawab.
Beberapa anggota milisi juga mengatakan bahwa orang-orang Letkol Suharto-lah yang membakar dan melempar granat ke kantor-kantor PA.
Namun agaknya ini hanyalah bagian kecil dari operasi gelap tersebut.
Di Nagan Raya, di bagian lain dari Aceh, penculikan dan pembunuhan Tumijan dilakukan oleh Tim TNI yang lain, yang juga bekerja dibawah Jendral Sunarko. Ini menurut beberapa pejabat, termasuk dari POLRI, dan sebagian, menurut Jendral Sunarko sendiri.
Dalam kasus pembunuhan Tumijan, barang bukti yang ada tidak hanya pernyataan-pernyataan dari kalangan dalam pemerintahan sendiri, tetapi juga rangkaian kejadian yang teramat rumit termasuk penahanan sejumlah pelaku yang merupakan bawahan dari Jendral Sunarko.
Pejabat senior Indonesia yang pertama kali bicara tentang program pembunuhan ini mengatakan bahwa Tumijan diambil dan dihabisi oleh sekelompok prajurit muda Kopassus dan beberapa serdadu lain yang, sebagaimana dalam kasus Abu Karim, juga menggunakan orang-orang sipil dari milisi yang pernah diciptakan oleh TNI.
Ia memberikan beberapa nama seperti, kalangan tentara yang terlibat Kapten Wahyu dan Oktavianus, dan sementara kalangan sipil dalam milisi ada nama seperti Muhyari, Supardi, Kadir, Herwan, M. Yasin, Suprayogi, Tahmid, dan Suparno.
Ia kemudian membuat klaim yang mengejutkan yakni sekalipun tidak ada orang luar yang tahu, orang-orang lapisan paling bawah yang terlibat telah ditahan secara rahasia selama beberapa bulan sebagai bagian dari deal politik rahasia antara POLRI, TNI dan pejabat-pejabat yang secara tidak sengaja mengetahui beberapa aspek dari program pembunuhan TNI yang sampai saat ini masih merupakan rahasia itu.
POLRI, demikian katanya, setuju untuk menahan anggota-anggota milisi, polisi militer mengambil dua tentara, dan pejabat yang tahu akan operasi tersebut setuju untuk tidak membicarakannya secara public, dan pihak POLRI pun tidak pernah mengumumkan adanya penahanan tersebut atau berusaha secara hukum memproses anggota milisi tersebut
Lebih penting lagi, hanya mereka yang menjadi pelaksana langsung yang ditahan karena satu kasus pembunuhan. Para perwira yang lebih senior dibiarkan tidak tersentuh dan melanjutkan operasi.
Perwira kepolisian yang berbicara kepada saya membenarkan keterangan pejabat senior ini. Namun mereka melakukan ini dengan rasa segan luar biasa, bahkan ketakutan. Mereka dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak mau mengejar ‘para petinggi yang ada di Jakarta,” atau Jendral Sunarko -- atau bakan Letkol Suharto yang hanya merupakan komandan lokal.
POLRI juga membunuh dan menyiksa penduduk sipil, dan terlibat dalam operasi bersama polisi, tetapi mereka juga bersaing secara institusional, berebut lahan, uang, dan kekuasaan. Sekalipun POLRI tampaknya lebih berkuasa akhir-akhir ini, TNI masih memiliki lebih banyak senjata dan uang. Mereka juga tidak memiliki beban seperti POLRI karena POLRI harus menerapkan hukum atas pembunuhan.
Pada hari Kamis, saya menghubungi Komandan POLRI Aceh, Jendral Pol. Aditya, di telpon genggamnya. Sekalipun pada awalnya dia berkata bahwa dia hanya akan bicara secara pribadi, berhadapan muka, dan kemudian berusaha menghentikan pembicaraan, ia mengakui -- untuk pertama kalinya secara public -- bahwa para pelaku pembunuhan Tumijan telah ditahan.
Ketika saya tanyakan padanya apakah benar bahwa Jendral Sunarko yang merancang pembunuhan terhdap aktivis-aktivis tersebut, Jendral Aditya mengatakan, “Saya tidak dalam kapasitas untuk mengemukakan informasi itu” dan secara tiba-tiba memutuskan sambungan telpon.
Pada hari Jumat, saya menghubungi Jendral Sunarko pada telpon genggamnya dan menanyakan padanya tentang pembunuhan dan Sunarko mengakui bahwa bawahannya di TNI memiliki peranan dalam pembunuhan tersebut.
Tetapi ia mengatakan bahwa pembunuhan oleh perwira dan prajurit TNI tidak sepenuhnya bisa digolongkan pada tindakan resmi TNI “sebagai sebuah institusi.” Jendral Sunarko luar biasa tenang.
Meskipun belum sepenuhnya menjadi pengetahuan umum, ia tahu tentang penahanan bawahannya dalam kasus pembunuhan Tumijan (Jendral Sunarko mengangkat masalah ini sebelum saya menanyakannya), ia mengindikasikan bahwa ia tidak takut akan langkah-langkah berikutnya dari POLRI atau dari kekuasaan lainnya.
Jendral Sunarko tampaknya sangat akrab dengan pembunuhan Tumijan, dan mengatakan bahwa Kapten Wahyu dan Oktavianus, dua perwira yang ditahan, sebelumnya bahkan bekerja di Markas Besar Kodam Iskandar Muda.
Ketika saya tanyakan secara khusus jika dia, Jendral Sunarko, terlibat dalam beberapa pembunuhan itu, ia menjawab dengan enteng,”Itu mesti pekerjaan orang gila,” katanya,”dan saya belum gila.”
Ketika saya tanyakan padanya tentang bawahannya Letkol Suharto, ia mengatakan bahwa dia kenal baik, tapi ketika saya tanyakan kepadanya apakah Letkol Suharto yang melakukan pembunuhan terhadap Abu Karim, Jendral Sunarko menjawab, “Saya tidak tahu,” namun kemudian dia menambahkan: “Jika itu terjadi, saya pasti tahu.”
Sebelum saya sampai kepada masalah pembunuhan-pembunuhan, Jendral Sunarko juga mengatakan bahwa dia adalah pendukung yang antusias dari rencana Presiden Obama untuk meningkatkan bantuan kepada Kopassus dan kepada TNI pada umumnya.
Sunarko mengatakan bahwa AS dan TNI telah lama memiliki hubungan yang sangat dekat yang telah “meingkatkan kapasitas TNI,” dan pemulihan bantuan oleh Obama akan membuat ‘persahabatan yang makin akrab.”
Jendral ini juga mengatakan bahwa dia sendiri adalah kawan dan pengagum tentara AS, setelah menerima berbagai macam latihan dari AS di berbagai tempat di Amerika “banyak kali” sejak tahun 1980.
Dengan memakai nama-nama bahasa Inggris dari beberapa kursus tersebut dan unit-unit tentara AS yang memberikannya, ia mengatakan bahwa instruktur dari tentara Angkatan Darat AS dalam Mobile Training Teams (MTTs), Pusat Komando AS di Pasifik (PACOM, di Hawaii), telah metaihnya dalam “Jungle Warfare” dan “Logistics” sebagaiman juga subyek latihan lain yang tidak ia sebutkan. Ia mengatakan bahwa pelatihannya dengan Amerika meliputi pelatihan khusus pada tahun 1994 dan 1998, dan kawan-kawannya satu pelatihan berasal dari Kopassus dan Kostrad. Jendrla Sunarko mengatakan bahwa latihan terakhirnya dengan AS adalah pada 2006, ketika dia menjadi Kastaf Konstrad, sebelum menjadi komandan Kopassus.
Jendral ini juga menyatakan bahwa pelatihan itu baik untuk Amerika juga karena memungkinkan TNI dan militer AS untuk “saling belajar satu sama lain” dan membuat AS untuk “mendapatkan apa yang dibutuhkannya” dari TNI.
Presiden Obama harusnya berangkat ke Indonesia hari ini, namun kunjungannya telah ditunda. Yang masih dikaji adalah sebuah paket bantuan besar untuk TNI, yang akan dirundingkan dalam beberapa bulan ke depan, sebuah titik berat politik yang akan memperbaharui bantuan terbuka untuk Kopassus.
Sekalipun setiap unit TNI (dan juga POLRI) telah dinyatakan terlibat dalam pembunuhan massal, mereka yang ada di dalam Kopassus adalah yang paling dipuji, dan seperti yang pernah dikemukakan oleh bekas komandan mereka, Jendral Prabowo yang lulusan AS itu, Kopassus adalah yang secara historis paling dekat dengan Washington. Oleh karena itu wajar bila hal yang paling menjengkelkan buat TNI adalah ketika para aktivis AS -- termasuk saya -- berhasil menekan Konggress untuk memutuskan bantuan AS kepada Kopassus di 1990s.
Obama berencana memberikan bantuan itu kembali kepada Kopassus dan sekarang itu merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh TNI sebagai pembenaran, danuntuk mereka yang selamat dari terror TNI, pembukaan kembali bantuan militer bisa diartikan sebagai lampu hijau bagi TNI untuk melakukan lebih banyak terror.
Akan tetapi, sebagaimana halnya dengan pembunuhan-pembunuhan lain yang dilakukan oleh TNI, program pembunuhan terencana yang dilaporkan dalam artikel ini melibatkan berbagai macam komponen TNI diluar Kopassus: selain Kopassus juga melibat intelijen BAIS dan jaringan komando regional, lokal seperti KODAM, KOREM, KODIM, dan semuanya jajaran ini member laporan kepada komandan TNI di tingkat nasional dan “para petinggi di Jakarta” lainnya.
Dan tidak peduli apaka AS akan memberikan kembali bantuan kepada Kopassus, TNI secara keseluruhan telah mendapatkan lampu hijau.
2.800 personil TNI pada saat ini dilaporkan sedang dilatih di AS (ini menurut laporan Departemen Pertahanan Indonesia; lihat Olivia Rondonuwu dan Ed Davies, “Interview -- Indonesia Seees U.S. Lifting Military Training Ban”, Reuters, March 4, 20101) dan Pentagon di bawah Obama mendorong penjualan senjata dan peralatan militer serta pemberian pinjaman yang secara keseluruhan akan memperkuat kembali TNI.
Namun, Kopassus tentulah merasa diri paling penting dan memiliki potensi simbolik.
Dalam perundingan pemberian bantuan antara Obama dan TNI baru-baru ini, Komandan Jendral Kopassus datang ke Washington dan disambut oleh Tim Obama. Di Indonesia, selama pembicaraan berlangsung, seorang anggota Kopassus dengan rasa sangat percaya diri berusaha naik pesawat komersial dari Aceh sambil membawa sepucuk pistol dengan peredam suara -- senjata pembunuh yang klasik. Ini menarik perhatian seorang pejabat Indonesia yang menceritakan kejadian itu, karena satu korban di Aceh tampaknya telah dieksekusi dengan mempergunakan pistol berperedam suara, pembunuhan dilakukan malam hari (teman sekamar korban tidak terbangun).
Seorang keamanan Airport yang terkait dengan Angkatan Udara menyita pistol orang Kopassus tersebut.
Namun kemudian, serombongan Kopassus mendatanginya dan memaksanya mengembalikan pistol itu.
Ini isi lengkap Maklumat Jokowi dalam Konser Salam 2 Jari
Merdeka.com -Dalam Konser Ngabuburit Salam 2 Jari di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, capres nomor urut dua Joko Widodo ( Jokowi) membacakan sebuah maklumat kepada puluhan ribu pendukungnya. Maklumat berisi ajakan kepada pendukung ikut menentukan arah Indonesia ke depan.
Berikut isi lengkap 'Maklumat Jokowi' tersebut:
Saudara-saudari sekalian, tidak ada yang lebih membanggakan dalam hidup saya selain berdiri di sini di hadapan Anda semua. Anda adalah orang-orang yang selalu bekerja keras, mengorbankan waktu dan tenaga, menyumbangkan pikiran dan gagasan serta semangat untuk mewujudkan jalan kebaikan dan perubahan bagi Indonesia
Anda semua adalah pembuat sejarah dan sejarah baru sedang kita buat. Itulah yang menjadi alasan mengapa saya dan pak JK berdiri di sini.
Apresiasi kepada semua yang menjaga nilai-nilai keagamaan, di Masjid, di Gereja, di Vihara, di Pura. Serta mereka yang konsisten melestarikan nilai-nilai adat nusantara.
Saya dan Pak Jk berdiri di sini bukan karena nafsu untuk berkuasa apalagi dengan menghalalkan segala cara.
Kami berdemokrasi untuk mendengar. Kami datang untuk ikut menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah.
Kami hadir untuk ikut memberi rasa damai, bukan jadi pemicu konflik.
Saudara-saudari, kita berkumpul untuk membulatkan tekad, menyatukan hati dan bekerja keras sebagai tanggung jawab untuk melakukan perubahan demi kebaikan Indonesia dengan cara-cara bermartabat.
Kita berkumpul di sini sebagai bagian dari demokrasi yang memastikan partisipasi seluruh rakyat untuk menentukan masa depan bangsa, penghormatan pada hak azasi manusia, berjuang untuk keadilan dan memelihara keberagaman serta perdamaian.
Kita menolak segala bentuk intimidasi, kebohongan dan kecurangan yang mencuri hak rakyat untuk menentukan masa depan Indonesia.
Sebarkan kebaikan! Rakyat tidak perlu percaya pada fitnah dan kebohongan. Kita semua telah dihantam fitnah dan kebohongan, tapi kita tak pernah tumbang karena kita bekerja tulus untuk Republik tercinta.
Kita semua adalah penyala harapan untuk Indonesia. Kekuatan kita adalah pada kerelaan. Anda rela bersatu padu, berdiri tegak, bekerja keras menyuarakan pesan tegas bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk perubahan.
Saya dan Pak JK sekali lagi berterimakasih pada seluruh relawan, pemuka agama, tokoh masyarakat, aktifis, pekerja seni, petani, nelayan, buruh, guru, pegawai negeri , mahasiswa pelajar, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan tekad mengawal proses pemilu Presiden ini demi tercapainya cita-cita bersama.
Buat generasi muda, adik- adik saya Kalian pemilik masa depan Indonesia. Ijinkan kakakmu ini mengajak kalian semua untuk ikut menentukan arah Indonesia
Jalan tinggal selangkah lagi. Jaga TPS Anda!
Saya dan pak Jk berjanji jika Anda memberi kehormatan luar biasa pada kami untuk menjadi Presiden dan wakil Presiden, maka kami akan bekerja keras setiap hari untuk Anda, dan untuk anak-anak Anda.
Salam perdamaian, Salam 2 jari!
(mdk/ren)
Daftar Ponsel yang Dapat Update Android KitKat
SEOUL- Beberapa hari lalu muncul bocoran informasi tentang daftar smartphone HTC yang mendapatkan update Android 4.4.4 KitKat.Terkini, terungkap daftar smartphone Samsung yang akan mendapatkan update versi terbaru dari OS robot hijau tersebut.
DilansirNeowin, Kamis (3/7/2014), produk smartphone Samsung kelas menengah (mid-range) mendapatkan update Android KitKat bulan ini. Update ini akan datang untuk lima handset Samsung.
Beberapa smartphone yang terungkap antara lain, Galaxy S4 Mini, Galaxy Grand 2 Duos, Galaxy Mega 5.8, Galaxy Mega 6.3 dan Galaxy Note 3 Neo mendapatkan update Android KitKat bulan ini.
Berdasarkan bocoran informasi tersebut, handset Galaxy S3 batal mendapatkan update Android KitKat. Padahal, bocoran laporan sebelumnya menyebutkan Galaxy S3 bisa mendapatkan update KitKat pada Maret atau April 2014.
Perusahaan kabarnya masih menguji versi Android KitKat untuk handset Galaxy S3. Update terkini untuk Galaxy S3 ialah Android 4.3 (Jelly Bean), yang pernah dirilis pada November 2013.
Konon, setiap smartphone yang bisa mencicipi versi Android KitKat, perangkat tersebut bisa mendapatkan update untuk versi Android L.
(ahl)
Jumat, 04 Juli 2014
Rasulullah saw Menyikapi Hinaan dengan Doa
Jakarta - Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dzat Yang Maha Suci dari segala kekurangan. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Rasulullah Saw. Insan pilihan Allah Swt. sebagai suri teladan bagi seluruh alam.
Saudaraku, dalam hidup ini kita sebagai makhluk yang tiada pernah luput dari kesalahan, tidak pernah bisa menyenangkan hati semua orang. Dalam setiap sikap kita, selalu saja ada yang suka dan tidak suka. Sebesar apapun usaha kita untuk berbuat kebaikan, akan ada saja yang bersimpati dan yang tidak.
Jangankan kita yang merupakan manusia biasa, bahkan Nabi Muhammad Saw. yang sudah dijamin oleh Allah Swt bersih dari dosa (ma’shum), tetap ada yang mencintai dan ada pula yang membencinya. Nabi Muhammad Saw yang sedemikian mulia akhlaknya, dikenal amanah dan jujur sejak belia, tetap saja ada yang menyakiti dan menghinanya.
Bahkan, orang-orang di masa kini pun ada yang membenci Rasulullah Saw. Sampai-sampai ada yang berani membuat berbagai karikatur yang berisi penghinaan terhadap beliau. Ada juga yang menulis berbagai fitnah tentang beliau.
Namun, apakah berbagai penghinaan itu mengurangi kemuliaan Rasulullah Saw? Sedikitpun tidak! Rasulullah Saw tetap diakui sebagai sosok yang paling agung dan paling berpengaruh di dunia.
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Siti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari perang Uhud?” Rasulullah Saw menjawab, “Aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui sebelumnya. Yaitu hari di mana aku menemui kaum di kampung Aqabah (Thaif), ketika aku bermaksud menemui Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (untuk meminta bantuan dan untuk menyebarkan Islam). Akan tetapi, dia tidak memenuhi permintaanku. Akupun pulang dalam keadaan wajah yang berdarah (karena perbuatan warga Thaif yang melempari batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib, aku melihat awan menaungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, malaikat Jibril memanggilku dan bertanya, “Sesungguhnya Allah telah mendengar hinaan kaummu dan penolakan mereka terhadapmu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu.”
Kemudian, malaikat penjaga gunung itu menawarkan kepada Rasulullah Saw apakah beliau mau jika dua gunung yang ada di kota Mekkah ditimpakan kepada mereka sebagai pembalasan. Namun, bagaimana jawaban Rasulullah Saw?
. Rasulullah Saw yang mulia menolak tawaran itu. Tidak terbersit sedikitpun di dalam hati beliau niat untuk membalas sikap buruk mereka. Rasulullah Saw justru mendoakan mereka, “Aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun.” (HR Bukhari dan Muslim)
Subhanallah! Saudaraku, dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran berharga. Bahwa Rasulullah Saw tidak pernah membalas sikap buruk orang lain kepada beliau dengan keburukan. Rasulullah Saw justru tetap melanjutkan perbuatan baik terhadap mereka.
Salah satu cara Rasulullah Saw menyikapi hinaan adalah dengan mendoakan orang-orang yang menghinanya. Beliau mendoakan agar mereka diberikan petunjuk oleh Allah Swt sehingga bisa berada di jalan yang lurus. Rasulullah Saw memahami bahwa yang bisa beliau lakukan adalah menyeru mereka kepada kebaikan, adapun hidayah adalah kekuasaan Allah Swt.
Oleh karena itu saudaraku, janganlah membalas hinaan orang kepada kita dengan perbuatan yang sama. Sungguh tidak berbahaya hinaan orang itu. Yang berbahaya adalah jika kita yang melakukan penghinaan itu. Hinaan orang tidaklah berbahaya, yang berbahaya adalah jika kita melakukan perbuatan hina.
Jangan membalas hinaan dengan hinaan, karena sesungguhnya orang yang melontarkan ucapan-ucapan buruk tiada lain adalah sedang memperlihatkan keburukan dirinya sendiri.
Bukankah moncong teko hanya mengeluarkan apa yang ada di dalam teko. Jika isinya air jernih, maka yang keluarpun jernih. Jika isinya air kotor, maka itulah yang keluar.
Semoga Allah Swt melimpahkan hidayah kepada kita sehingga setiap ucapan dan tindakan kita senantiasa terjaga dan terpelihara.
allannairn.org
News and Comment
Thursday, July 3, 2014
Jenderal Prabowo Mundur
Dua hari yang lalu, saya mengeluarkan tulisan tentang kerja-kerja Jenderal Prabowo untuk Pentagon dan intelijen Amerika. Sore ini saya menerbitkan terjemahan Indonesianya.
Sekarang, tepat pada malam ini, media memberi indikasi bahwa Prabowo dan tim kampanyenya telah mundur dari ancaman halus mereka yang menyerukan angkatan bersenjata Indonesia agar segera menangkap saya.
Nampaknya Prabowo pun mundur dari tantangan saya untuk melaporkan saya ke pihak yang berwenang atas tuduhan pencemaran nama baik.
Prabowo alih-alih menyatakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berhenti menyimak laporan-laporan yang saya tulis tentang dirinya.
Hari ini, seorang Prabowo yang rupa-rupanya telah kehilangan kepercayaan diri, berbicara dalam nada tinggi dan marah-marah di muka publik: "Kenapa sih kamu, kalau satu orang asing bicara, kok kamu ribut sih? Satu orang kulit putih kita harus ribut."
"Kita ini 240 juta orang, tenang saja. Tanya rakyatmu lah, jangan tanya orang asing." (" Ditantang Allan Nairn, Prabowo pun menjawab."; " Ditantang Allan Nairn, Ini Tanggapan Prabowo").
Jika pernyataan-pernyataan yang saya kutip akurat, maka pertanyaan-pertanyaan berikut ini sudah sepantasnya tertuju pada Prabowo:
Jika masalahnya adalah rakyat vs. asing, mengapa Prabowo pernah bekerja untuk pihak asing? (persisnya, melayani kepentingan Badan Intelijen Pertahanan AS [DIA] dan Pentagon).
Dan jika benar Prabowo mempedulikan nasib rakyat, mengapa dia dan rekan-rekannya di TNI membantai begitu banyak rakyat?
Allan Nairn
Link ke versi Bahasa Inggris
NOTE TO READERS: News and Comment is looking for assistance with translating blog postings into other languages, and also with fund raising and distributing the blog content more widely. Those interested please get in touch via the e-mail link below. NOTE TO READERS RE. TRANSLATION: Portions of News and Comment are now available in Arabic, Brazilian Portuguese, Danish, French, German, Russian and Spanish translation (click preceding links or Profile link above) but translation help is still needed -- particularly with older postings, in these and all other languages. NOTE TO READERS RE. POTENTIAL EVIDENCE: News and Comment is looking for public and private documents and first-hand information that could develop into evidence regarding war crimes or crimes against humanity by officials. Please forward material via the email link below. Email Me
Email this• Email the author• Subscribe to this feed• Add to del.icio.us• Digg This!• Share on Facebook• Discuss on Newsvine• Stumble It!• Add to Mixx!
Posted byallan.nairn@ yahoo.com (Allan Nairn)at 7/03/2014 04:14:00 PM
General Prabowo Retreats
Two days ago I released a piece on General Prabowo'swork for the American Pentagon and US intelligence. This afternoon, I posteda Bahasa Indonesia translationof that piece.
Now, this evening, the press indicates that Prabowo and his campaign have retreated from their insinuation that the armed forces of Indonesia ought to capture me.
It also appears that Prabowo has backed down from my challenge that he file criminal libel charges against me.
Instead, Prabowo is telling Indonesians to stop paying attention to what I've reported about him.
Today, an apparently unnerved Prabowo, speaking "in a high tone" ("dengan nada tinggi") scolded the public: "What's with you? One foreigner speaks and you get all worked up? One white-skinned guy, and we have to get agitated?" ("Kenapa sih kamu, kalau satu orang asing bicara, kok kamu ribut sih? Satu orang kulit putih kita harus ribut").
"We are 240 million people. Just stay calm. Ask the rakyat [the people/ the masses/ the broad society], don't ask foreigners." ("Kita ini 240 juta orang, tenang saja. Tanya rakyatmu lah, jangan tanya orang asing,"). ("Ditantang Allan Nairn, Prabowo pun menjawab."; "Ditantang Allan Nairn, Ini Tanggapan Prabowo").
If these quotations are accurate, Prabowo should be asked these questions:
If the issue is the rakyat vs. the foreigners, why did Prabowo work for the foreigners? (Specifically, the US Defense Intelligence Agency [DIA] and the US Pentagon).
And if Prabowo cares about the rakyat, why did he and his TNI friends kill so many of them?
Allan Nairn
Link to Bahasa Indonesia translation
NOTE TO READERS: News and Comment is looking for assistance with translating blog postings into other languages, and also with fund raising and distributing the blog content more widely. Those interested please get in touch via the e-mail link below. NOTE TO READERS RE. TRANSLATION: Portions of News and Comment are now available in Arabic, Brazilian Portuguese, Danish, French, German, Russian and Spanish translation (click preceding links or Profile link above) but translation help is still needed -- particularly with older postings, in these and all other languages. NOTE TO READERS RE. POTENTIAL EVIDENCE: News and Comment is looking for public and private documents and first-hand information that could develop into evidence regarding war crimes or crimes against humanity by officials. Please forward material via the email link below. Email Me
Email this• Email the author• Subscribe to this feed• Add to del.icio.us• Digg This!• Share on Facebook• Discuss on Newsvine• Stumble It!• Add to Mixx!
Posted byallan.nairn@ yahoo.com (Allan Nairn)at 7/03/2014 02:37:00 PM
Prabowo, Bagian 2: “Saya anak kesayangan Amerika.” Sang Jenderal Nasionalis dan Amerika Serikat.
1 Juli 2014
Oleh Allan Nairn
Ketika kami bertemu di Jakarta pada 21 Juni dan 2 Juli 2001, Jenderal Prabowo berbicara panjang lebar tentang kerja-kerjanya bersama dan untuk Amerika Serikat.
Kepada saya Prabowo berkata, "Saya anak kesayangan Amerika."
Ia mengatakan bahwa dirinya "berkawan baik" dengan intelijen Amerika, melapor kepada mereka "mungkin seminggu sekali atau lebih." Ia juga mengaku berperan sebagai perantara pesan dari Amerika ke Suharto. Bahkan ia membantu pasukan Amerika masuk ke Indonesia untuk menggelar latihan militer Pentagon mempersiapkan “rencana siaga (contigency plan) untuk memasuki Indonesia”, atau “serangan siaga (the invasion contingency).”
Namun saat kami berbincang, visa Prabowo baru saja ditolak Amerika.
Perasaan pahit dalam dirinya sangat terasa waktu itu.
Mudah untuk mengetahui apa sebabnya.
Selama bertahun-tahun menyiksa dan membantai, Prabowo telah melayani kepentingan Washington. Amerika membekingi dia dengan sponsor, senjata, dan pujian publik.
Prabowo bukan saja satu-satunya seorang perwira Indonesia yang paling mendapat pelatihan intensif dari AS. Sejauh yang saya ketahui, Prabowo sekaligus binaan (protege) Washington, mungkin binaan yang paling dekat dengan Washington dalam tubuh TNI/ABRI. Sebagian besar kekuasaan Prabowo didapatnya dari fakta bahwa ia orang Washington sekaligus orang Suharto.
Namun begitu kalah dalam persaingan internal militer tahun 1998, seketika itu pula AS mencampakkannya dan beralih pada musuh bebuyutan Prabowo (Wiranto). Sementara kini AS kerap mengkritiknya atas kejahatan-kejahatan yang ia lakukan dengan dibekingi AS, dan lebih dari itu, mempermalukan Prabowo dengan menolak visanya.
Ketika Prabowo mengeluh pada saya tentang betapa loyalnya ia semasa mengabdi ke Washington, jelas bahwa ia tidak membesar-besarkan ucapannya. Ia sekadar mengungkap kenyataan.
----
Prabowo mengatakan bahwa ia "selalu merasa bersama AS. Kebiasaan ini saya dapat dari keluarga saya.”
Meski sebelumnya menjabat menteri di pemerintahan Sukarno, presiden pertama Indonesia, ayahanda Prabowo terlibat dalam operasi yang dibekingi CIA untuk menggulingkan Sukarno.
Prabowo mengatakan bahwa ia tumbuh bersama sentimen antikomunis ala Amerika dan bahwa ia mendukung Amerika untuk kasus-kasus seperti invasi ke Kamboja dan Afghanistan.
Tanggal 17 Juli 2013, dalam pidatonya di hadapan pejabat pemerintah dan pemimpin korporasi AS, Hashim Djojohadikusumo, sang milyarder, mengatakan:
"Prabowo sangat pro-Amerika. Ia duduk di bangku SMA Amerika, sekolah dasar Amerika. Saya mau mengatakan, seumur hidupnya ia mengenyam pendidikan di sekolah Amerika. Ia masuk Kopassus, [dilatih] di Fort Benning, Fort Bragg. Saya juga pro-Amerika. Baru-baru ini saya menanam modal besar-besaran di California, di bisnis minyak. "
Hashim berjanji, jika Prabowo menjadi Presiden Indonesia: "Ya, Amerika Serikat akan menjadi mitra yang istimewa dalam pemerintahan Gerindra.”
(GERINDRA adalah partai politik Prabowo yang didanai diantaranya oleh Hashim. [ lihat tautan video, 56:32])
Dua bulan sebelum pertemuan perdana kami, saya menyaksikan Prabowo berbicara di hadapan pertemuan investor dan elit militer Amerika dan Indonesia (Van Zorge conference, 2001). Pidatonya disambut meriah oleh hadirin.
Prabowo mengaku memegang teguh doktrin dua jenderal Amerika di era Perang Sipil, William Tecumseh Sherman dan Ulysses S. Grant (yang kelak menjadi presiden). Dalam perang, kedua jenderal memakai taktik yang sesekali memakan banyak korban warga sipil.
"Saya lebih tahu sejarah Amerika daripada sejarah Indonesia," tuturnya.
-----
Ketika kami berbincang, saya terkejut oleh emosi Prabowo manakala ia membicarakan Amerika.
Dengan amarah yang kian memuncak, Prabowo bercerita tentang bagaimana kawan-kawannya sesama perwira Indonesia sering mengejeknya, menyebut dirinya "perwira Amerika" karena kedekatannya yang luar biasa dengan AS.
Ia menjelaskan bahwa mereka mengolok-olok dirinya –serta memberi isyarat dia kurang jantan-- karena bahasa Inggris Prabowo sangat bagus dan ia sering menghabiskan waktunya bersama orang asing.
Prabowo mengatakan bahwa ia "sangat akrab dengan DIA (Defense Intelligence Agency, Badan Intelijen Pertahanan AS) sejak era George Benson."
Selama sekian dekade, Benson keluar-masuk Indonesia untuk kepentingan intelijen AS.
Benson bekerjasama dengan elemen-elemen ABRI dalam operasi penggulingan Sukarno yang dibekingi AS, menyediakan bantuan intelijen Amerika untuk serbuan ke Padang, Sumatra Barat, tahun 1958. (Lihat "In memoriam: George Benson: a true friend of Indonesia").
Kelak, Benson secara efektif menggelar operasi-operasi terselubung anti-Sukarno yang melibatkan ABRI dan AS. Operasi-operasi ini berlangsung menjelang penggulingan Sukarno, di tengah pembantaian massal yang dibekingi AS dan menelan koran ratusan ribu warga sipil Indonesia (Lihat "Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto's Coup d'Etat in Indonesia," studi monumental tentang yang diantaranya membahas peranan Benson dan Amerika).
Berkat prestasinya selama di Indonesia, Kolonel Benson masuk ke dalam jajaran orang kondang di DIA.
Setelah pensiun dari DIA, Benson mewakili Pertamina di Washington dan menjadi promotor utama masuknya korporasi Amerika ke Indonesia.Tahun 1994, Benson, lingkaran Prabowo, serta para tokoh bisnis, diplomatik, dan intelijen Amerika turut mendirikan United States-Indonesia Society (USINDO). Fungsi USINDO adalah melawan gerakan-gerakan akar rumput yang menuntut pemerintah AS memutus bantuan militernya ke ABRI (saya sangat terlibat di dalam gerakan tersebut). USINDO juga giat mempertahankan kepentingan korporat AS di Indonesia, misalnya perusahaan tambang raksasa Freeport McMoRan.
Sumitro (ayahanda Prabowo) dan Hashim (adik Prabowo) duduk di dewan USINDO. USINDO bahkan mendirikan sebuah perkumpulan sebagai penghormatan untuk Sumitro. Perusahaan-perusahaan yang selama ini menyokong USINDO termasuk Lippo Group, Freeport McMoRan, Texaco, Mobil, Raytheon, GE, Hughes Aircraft and Merril Lynch. Melalui istrinya, Titiek, yang tak lain adalah putri Suharto, Prabowo dikabarkan mulai terjun ke bisnis bersama Merril Lynch.
Di hadapan USINDO inilah Hashim berpidato di tahun 2013 di Washington. Dalam pidato itu, ia berjanji pemerintahan Prabowo kelak akan memperlakukan AS sebagai "mitra istimewa." (lihat tautan di atas).
-----
Prabowo menceritakan kepada saya bahwa "ia rutin berhubungan lewat telepon dengan intel Amerika, McFertridge, dan lain-lainnya, mungkin seminggu sekali atau lebih."
Yang ia sebut McFertridge ini merujuk kepada Kolonel Charles D. (Don) McFetridge, orang DIA. McFertridge adalah salah seorang penerus Kol. George Benson di Indonesia dan menjabat Atase pertahanan Amerika di Jakarta (1994-98).
McFertridge juga berhubungan langsung dengan Kol. Chairawan, komandan Grup 4 Kopassus yang saat itu dikepalai Prabowo. Informasi ini didapat dari sejumlah wawancara saya dengan Chairawan dan para pejabat AS.
DIA bekerjasama dengan Prabowo dan Chairawan, khususnya ketika mereka terlibat dalam penculikan, penyiksaan dan pembunuhan aktivis-aktivis Jakarta (1997-98).
Tiga belas orang yang diculik itu masih hilang. Diduga telah meninggal.
Salah seorang kepala tim kampanye Prabowo, Jenderal Kivlan Zen, mengatakan bahwa ia tahu dimana mayat para korban penculikan itu dikubur.
Kol. McFertridge, yang pernah mengajar di Seskoad (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat), kemudian turut mengurusi keamanan untuk raksasa migas multinasional, British Petroleum (BP), khususnya pada proyek ekstraksi gas BP-Tangguh di Papua Barat.
----
Prabowo mengatakan kepada saya bahwa ia tidak berhubungan dengan CIA, tapi DIA.
Ia jelaskan bahwa kerjasama CIA adalah dengan BAKIN, yang melapor secara langsung ke panglima angkatan bersenjata.
Prabowo menekankan, dalam militer Indonesia, rasa hormat terhadap orang-orang DIA adalah wajar. "Jika seorang atase AS menghubungi kepala staff ABRI dan ingin mengadakan pertemuan, pertemuan itu akan terselenggara."
Prabowo mengatakan, sedemikian besar kepercayaan AS kepada dirinya sehingga mereka menggunakannya untuk menyampaikan pesan ke sang mertua, Suharto.
Ia mengatakan, pada satu momen ketika pergolakan tahun 1998 yang sukses melengserkan Suharto memuncak, para rekanan Amerika membisikkan kepada Prabowo bahwa pemerintah AS telah mengambil sikap: Suharto tak berguna lagi.
Ia mengisahkan, ia menemui Suharto dan menyampaikan pesan bahwa AS "tidak lagi bersama Anda."
Namun, lanjut Prabowo, Suharto menjawab: "Tidak, Amerika masih bersama saya. Orang [Washington] DC baru saja kemari dan memberi tahu saya."
Menurut Prabowo, saat itu Suharto "marah dan mengusir saya."
Keterangan Suharto maupun Prabowo kemungkinan sama-sama benarnya.
Seiring Suharto kehilangan kekuasaan untuk bertindak represif, AS pun beralih mencampakkannya, seperti yang telah mereka lakukan terhadap banyak pemimpin negara lainnya.
Hanya saja kali ini, Amerika menarik dukungan tersebut dengan perasaan pahit dan disertai pula dengan perpecahan di kalangan pejabat militernya.
Sangat masuk akal seandainya Prabowo dan Suharto masing-masing menerima pesan yang berbeda dari orang Amerika yang berbeda.
----
Penuturan Prabowo kepada saya tentang hubungannya antara dirinya dan intelijen Amerika sesuai dengan keterangan yang saya dapatkan langsung dari sejumlah pihak.
Saya tulis dalam laporan saya selama krisis 1998: "Seperti yang digambarkan salah seorang pejabat kedutaan kepada saya, ketika penculikan para aktivis sedang gencar-gencarnya berlangsung: “Prabowo anak kesayangan kami; ia orang yang tak mungkin melakukan kesalahan.” (The Nation [AS], edisi 15 Juni 1998, artikel ini diterbitkan di bulan Mei).
Pada tanggal 26 Mei 1999, dalam sebuah wawancara di kediamannya di Jakarta, salah satu arsitek mesin intelijen Indonesia, Laksamana Sudomo, bekas pangkokamtib-nya Suharto yang juga dilatih AS, menyatakan pada saya bahwa "Prabowo juga menjalin hubungan intelijen yang erat dengan AS." (Untuk latar belakang wawancara ini, lihat posting saya tanggal 7 Desember 2007, "Imposed Hunger in Gaza, The Army in Indonesia. Questions of Logic and Activism.").
Namun pekerjaan Prabowo untuk AS jauh melampaui urusan intelijen. Seperti Prabowo gambarkan pada saya, ia pernah bekerjasama dalam aksi-aksi militer AS, termasuk membawa pasukan AS ke wilayah Indonesia.
Pernyataan-pernyataan Prabowo sepenuhnya sesuai dengan dokumen-dokumen internal Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS, yang diantaranya memberikan sandaran atas klaimnya bahwa ia telah memfasilitasi perencanaan invasi Amerika.
Dokumen-dokumen tersebut juga mengindikasikan sesuatu yang tidak disebutkan Prabowo pada saya: bahwa Pasukan Khusus AS yang dibawa masuk oleh Prabowo melakukan setidaknya dua operasi rahasia di Indonesia yang dideskripsikan Pentagon di hadapan Kongres AS sebagai "[Beberapa] Aktivitas terpisah .... [dan] dirahasiakan."
Dokumen-dokumen itu juga memperjelas bahwa, dari kacamata pemerintah AS, Pentagon memanfaatkan Prabowo untuk melemahkan kaum nasionalis Indonesia.
----
Sepanjang kolaborasinya bersama AS yang berlangsung selama karir Prabowo di kemiliteran, seringkali Prabowo ditangani secara langsung oleh pejabat-pejabat Pentagon dari anak tangga kekuasaan tertinggi di AS.
Termasuk diantaranya, Sekretaris Pertahanan (Secretary of Defense), Panglima Komando Pasifik (Pacific Commanders in Chief) dan Panglima Operasi Khusus AS (US Special Operations Commanders).
Saya melaporkan di tahun 1998: "Meskipun kegemaran pribadi Prabowo melakukan kekejaman sudah melegenda (seorang Timor Timur menceritakan pada saya bahwa kaki dan giginya pernah dibikin diremuk oleh Prabowo), para pejabat tinggi AS tetap menyanjung-nyanjung dia ketika krisis di Indonesia semakin parah awal tahun ini. Pada bulan Januari, Sekretaris Pertahanan AS William Cohen memuji KOPASSUS sebagai kesatuan yang “sangat mengesankan … disiplin.” (The Nation [AS], edisi 15 Juni 1998, artikel ini diterbitkan di bulan Mei).
Ketika itu saya menulis: "[Cohen] terang-terangan menolak untuk menghimbau ABRI agar menahan diri dalam berurusan dengan demonstrasi-demonstrasi di jalan. Ditanya tentang keseluruhan pesan yang disampaikan dalam kunjungan-kunjungan tersebut, salah seorang pejabat mengatakan, '[Pesannya] sederhana saja. AS dekat dengan militer [Indonesia] dan mencintainya.' Asisten Sekretaris Negara AS, Stanley Roth, baru-baru ini sering makan malam [bersama Prabowo]. Ketika Sekretaris Cohen melawat ke sini, ia membuat semua orang di Jakarta curiga karena main ke markas KOPASSUS dan menghabiskan tiga jam bersama Prabowo..." (The Nation [AS] edisi 30 Maret 1998).
Sebuah buku yang ditulis oleh Dana Priest, jurnalis Washington Post yang mewawancarai para perwira AS yang bekerjasama dengan Prabowo, mengatakan bahwa Prabowo "menjadi dikenal di kalangan korps diplomatik di Jakarta sebagai 'orangnya Washington di Indonesia.'"
Priest melaporkan bahwa di masa mudanya Prabowo "dengan cepat menjadi orang favorit militer Amerika, yang darinya ia meraih pengalaman dan penghargaan."
Priest mengisahkan ulang sebuah cerita tentang bagaimana Prabowo menyambut secara meriah seorang komandan AS yang berkunjung (Commander in Chief of the US Pacific Command [CINCPAC], Laksamana Joseph Prueher) dengan menggelar unjuk kebolehan spesial ala Kopassus untuk menghormatinya:
"Prabowo mengakhiri satu mata acara untuk ... Prueher dengan pasukan [Prabowo] berbaris berjajar menyanyikan versi Indonesia dari lagu Divisi Udara ke-82 Amerika. "Gejolak adrenalin di barisan kursi terdepan sangat terasa, kata seorang pengamat. Prueher senang dan gembira " (Dana Priest, “The Mission: Waging War and Keeping Peace with America's Military," Norton, 2004.)
Cerita ini contoh menarik, Prabowo mengatakan pada saya bahwa ada orang-orang Pentagon lain dengan hubungan lebih dekat dengan Prabowo dari sekedar Prueher.
Satu orang komandan lagi yang ia catat adalah CINCPAC yang bertugas antara Maret 1991-Juli 1994, Laksamana Charles R. Larson, yang kelak menjabat direktur Northrop Grumman Corporation. Prabowo bahkan menuturkan gosip internal Gedung Putih -Pentagon tentang Laksamana Larson, yang menyatakan bahwa Larson tengah diperhitungkan untuk mengisi posisi CNO [Panglima Operasi Angkatan Laut AS, posisi tertinggi dalam tubuh Angkatan Laut AS], tetapi malah menjadi komandan Annapolis [akademi kadet Angkatan Laut AS]."
----
Ketika hubungan AS-Prabowo masih hangat,tindakan Prabowo menunjukkan dirinya sebagai--seperti yang kelak dikemukakan Robert Gelbard (mantan Duta Besar AS untuk Indonesia)--"mungkin pelanggar hak asasi manusia paling buruk dalam tubuh militer Indonesia. Kelakuannya pada akhir 1990an, sebelum demokrasi mulai dipakai di Indonesia, sangat mengejutkan bahkan menurut standar TNI." (wawancara Radio Australia, 16 Juli 2008).
Namun di saat Prabowo betul-betul melakukan tindakan-tindakan tersebut, Washington baik-baik saja dengan hal itu.
Menurut apa yang dikatakan pejabat-pejabat AS ke Prabowo maupun kepada Kongress pada waktu itu, Jenderal Prabowo melakukan tindakan-tindakan persis seperti yang diinginkan Washington dia lakukan.
Duta besar AS di Indonesia sebelum Gelbard—orang yang ada di sana ketika Prabowo masih punya kekuatan dan masih merupakan antek Washington, Stapleton Roy—menulis sebuah kabel pada tahun 1996 (Jakarta 08651, R 0161039Z Dec96) yang menyatakan bahwa Prabowo adalah seorang murid teladan.
(Murid lain yang mendapat pujian adalah Jendral Hendropriono, yang terseret kasus pembantaian aktivis-aktivis Muslim Lampung pada tahun 1989. Ia juga memimpin unit intelijen yang bertanggungjawab atas pembunuhan pahlawan hak asasi manusia, Munir. Hendropriono sekarang menjadi tim kampanye lawan Prabowo, Jokowi.)
Ajaibnya, kabel diplomatik AS memutarbalikkan fakta dalam operasi Prabowo di Papua untuk menyanjung-nyanjung Jendral tersebut. Dalam kasus itu, pasukan Prabowo menyamar menjadi Palang Merah untuk melakukan pembantaian warga sipil (baca laporan lengkap tentang kejadian tersebutyang ditulis oleh Edmund McWilliams.Dia atase politik di kedutaan Amerika dan menulis investigasi dia sesudah pensiun dari dinas pemerintahan AS).
Kabel-kabel Roy menyanjung Prabowo karena telah “menjaga disiplin dan ketenangan,” “mendapat ... pujian” untuk episode Palang Merah dan “memelopori pelatihan tambahan mengenai hak azasi manusia untuk bawahannya.”
Kabel itu berpendapat bahwa, dengan melatih Prabowo dan perwira-perwira seperti dia, AS mendapat keuntungan besar dalam—salah satunya—menjinakkan nasionalisme angkatan bersenjata.
Kabel itu juga mengatakan: “lulusan-lulusan IMET dari Indonesia pulang dengan mengamini apa yang kita, orang-orang Amerika, perjuangkan dan memusuhi apa yang kita musuhi.”
IMET adalah salah satu program Pentagon yang diikuti Prabowo. Program itu adalah program pertama yang diluncurkan akar rumput AS, melalui Kongres, untuk memutus hubungan sejak pembantaian Dili di Timor Timur pada tahun 1991 (lihattulisan pertama dalam serial Prabowo).
Kabel diplomatik AS berlanjut:
“Perwira ABRI didikan lokal tidak cukup memahami nilai-nilai kita, kurang yakin terhadap argumen-argumen kita, dan kurang responsif terhadap kebijakan-kebijakan kita ... lulusan IMET menduduki jabatan penting dalam ABRI. Ketika hubungan kita mulai tertekan, alumni terkemuka dari program IMET-AS yang menolak untuk ikut menyerukan ‘usir orang-orang Amerika.’ Kita berhasil mendapatkan akses dan pengaruh melalui lulusan IMET ini ... dalam beberapa tahun ke depan transisi kekuasan besar akan terjadi di Indonesia. Militer akan menjadi faktor penting dalam perubahan itu, entah dengan mengambil peran latar untuk mengamankan situasi, atau sebagai pemain yang aktif. Di Indonesia, terutama angkatan bersenjata, terdapat perdebatan internal yang mengerucut dalam dua faksi. Faksi pertama adalah progresif, terdidik, dan tercerahkan ... dan kedua cenderung tertutup, etnosentrik, anti-Barat. Kelompok kedua ini percaya bahwa pendidikan dan pelatihan luar adalah pengaruh buruk. Kita bisa mempengaruhi perdebatan tersebut untuk kepentingan jangka panjang kita,”—yakni, dengan mendukung Jenderal-Jenderal seperti Prabowo, serta memfasilitasi tindakan-tindakan “menakjubkan” yang ia lakukan.
-----
Ucapan Prabowo pada saya—serta rekam jejaknya—menjadi sangat menarik apabila disejajarkan dengan klaim-klaim yang ia buat dalam kampanye sebagai calon presiden.
Kali ini, Prabowo mencalonkan diri sebagai seorang nasionalis yang dengan lantang menolak tunduk pada Amerika.
Prabowo adalah “yang paling berani melawan intervensi Amerika Serikat,” demikian pendapat Amien Rais, salah satu pendukung utama Prabowo. (“Amien Rais: Hanya Prabowo Yang Berani Lawan Amerika”).
(Pada Maret 1998, Amien Rais dan saya memberi kesaksian di hadapan Kongres AS, dalam sidang Kaukus Kongresional untuk Hak Azasi Manusia. Pada waktu itu, Amien Rais menganggap Prabowo bertanggungjawab atas hilangnya sejumlah aktivis Jakarta. Pada tahun 2009 pers Australia mengutip Rais yang menggambarkan Prabowo sebagai “kriminal”. [The Australian Financial Review; Rabu, 25 Februari 2009; “Outsider Prompts ‘general’ Unease”; oleh Angus Grigg]).
-----
Prabowo bilang pada saya bahwa ia sangat dekat dengan Pasukan Khusus AS, tim komando yang melakukan invasi dan penyusupan di seluruh dunia.
Penonjolan Prabowo juga didukung oleh berjibun informasi publik. Buku Dana Priest, misalnya, menulis bahwa “Para bos dari Komando Operasi Pasukan Khusus AS sangat kasmaran dengan prajurit-prajurit Prabowo. Jendral Wayne Downing, yang memimpin komando tersebut pada tahun 1993-1996, ikut berparasut bersama Kopassus.” Pada tahun 1996, Priest menulis bahwa Prabowo “adalah bintang dalam Konferensi Operasi Khusus Komando Pasifik [AS] di Hawaii.”
Prabowo mengatakan pada saya bahwa ia punya andil dalam mendatangkan Pasukan Khusus AS ke Indonesia, sebagian besar melalui JCET, program Gabungan Pertukaran Pelatihan Bersama (Joint Combined Exchange Training) dari Pentagon.
Setelah Kongres AS menghentikan pelatihan IMET untuk ABRI pada tahun 1992, Pentagon menggunakan skema pendanaan JCET untuk melakukan latihan militer di Indonesia tanpa sepengetahuan Kongres.
JCET Indonesia dihentikan dengan tiba-tiba pada 8 Mei 1998. Kongres murka setelah mendapati laporan saya dengan East Timor Action Network (ETAN)(kelompok akar rumput yang saya bantu dirikan) tentang keadaan di sana serta mengungkap dokumen-dokumen JCET dengan bantuan almarhum Wakil Kongres AS Lane Evans. (Lihat NY Times, “ US Training of Indonesia Troops Goes On Despite Ban,"" Pentagon Documents Show Indonesian Military Training Continues Despite Congressional Ban," " Indonesia's Killers," (The Nation [AS], terbit 30 Maret 1998), “ Statement by Allan Nairn on the suspension of US military training aid to Indonesia.”
Setelah konferensi pers peluncuran dokumen-dokumen itu—yang berpusat pada latihan-latihan JCET dengan Kopassus Prabowo—saya ditahan dan diinterogasi pasukan keamanan Suharto.
Saya ingat, setelah interogator membanting berkas intel saya di atas meja, ia bersikap tenang ketika saya menuduh Suharto-ABRI-Prabowo-AS bertanggungjawab atas pembantaian massal. Ia tiba-tiba marah ketika saya membicarakan korupsi yang dilakukan Suharto.
JCET berkembang lebih dari IMET, yang mengirim orang-orang seperti Prabowo ke AS untuk melakukan pelatihan sebagaimana Prabowo dapatkan di Fort Bragg, Carolina Utara (Rangkaian Pelatihan Pasukan Khusus Tentara AS, 1980; Fort Bragg adalah pangkalan udara 82d, Prabowo memperkenalkan unit AS tersebut dengan memerintahkan Kopassus untuk menyanyikan lagu tempur 82d dalam bahasa Indonesia [lihat atas]) dan Fort Benning, Georgia (Kursus Perwira Infantri Tingkat Lanjut AS, US Advanced Infantry Officers Course, 1985).
Untuk JCET, sejumlah besar tentara bersenjata lengkap AS pergi ke Indonesia dan, satu dari banyak hal, melakukan latihan bersama ABRI dalam berbagai hal, termasuk Operasi Militer di Medan Urban (Military Operations in Urban Terrain, MOUT), Teknik Penembak Jitu Tingkat Lanjut (Advanced Sniper Technique), serangan udara, serangan darat, serangan laut, pengintaian, Senjata Bio-Kimia Nuklir (Nuclear Chemical Bioogical, NBC), Pencari Ranjau Tempur, “keahlian penyergapan”, bahan peledak dan penghancuran, serta Operasi Psikologis (PSYOPS).
Setidaknya terdapat 41 latihan. Berkas-berkas tersebut merinci aktivitas dalam grup Kopassus 1 sampai 5. Unit utama yang memimpin mereka adalah Grup Pasukan Khusus Pertama AS, tapi ada juga yang lain, termasuk Marinir AS.
Hal ini jelas merupakan dukungan penting AS untuk Suharto, Prabowo, dan ABRI.
Hal ini jadi gamblang sejak tentara AS ada di tanah Indonesia selama ABRI melakukan hal-hal mengerikan, termasuk hilangnya para aktivis dan penembakan warga sipil dalam perlawanan terhadap Suharto. Tentara Amerika berlatih bersama dan membantu unit-unit ABRI yang terlibat dalam kejahatan-kejahatan ini, termasuk Kopassus, KOSTRAD, Kodam Jaya dan lain-lainnya.
Namun Prabowo menekankan satu hal pada saya: manuver-manuver yang ia rencanakan bersama tentara Amerika punya sisi lain.
Selain membantu AS melabuhkan diktator dan jendral kesayangannya, mereka juga membantu AS mendapatkan apa yang ia inginkan di Indonesia.
Prabowo bilang bahwa sebagian besar JCET ada untuk AS—terutama Pasukan Khususnya—“untuk mengintai, berlatih untuk invasi siaga.”
Prabowo bilang: “Mereka melakukan pengintaian, mereka meninjau medan [Indonesia].”
Ia merujuk pada “rencana siaga pasukan khusus untuk memasuki Indonesia, Jakarta, Bandung, dst.”
Prabowo bilang, ia telah “membicarakannya [rencana invasi] secara singkat dengan mereka.”
Prabowo mengatakan: “rencana invasi AS untuk Indonesia bukan hal yang aneh. AS adalah negara adidaya dengan intel di mana-mana.”
Ia menggambarkan AS sebagai “kekuasaan yang lebih tinggi.”
Prabowo tepat ketika menyatakan bahwa Pentagon siap untuk menginvasi hampir tiap penjuru bumi.
Prabowo memberitahu saya sebuah buku yang baru dirilis waktu itu, “Special Forces: A Guided Tour of U.S. Army Special Forces” yang ditulis oleh Tom Clancy, orang kepercayaan Gedung Putih/Pentagon yang menyertakan, dalam istilah Prabowo, “sebuah skenario [invasi] Indonesia dengan bom atom.”
Waktu itu saya tidak mencari tahu buku itu, tapi ketika saya membacanya belakangan, saya melihat bahwa Prabowo sedang membicarakan skenario dramatis (Clancy adalah seorang novelis tapi sebagian besar isi buku ini adalah non-fiksi; perwira militer AS senang berbicara dengan, serta membaca, Tom Clancy) yang menggambarkan invasi Pasukan Khusus AS setelah ledakan bom atom di kepulauan Maluku.
Ketika saya berbincang dengan Prabowo, pertengahan 2001, kemungkinan invasi ini tampak sangat kecil.
Terakhir kali AS diketahui memasuki Indonesia, tahun 1958 (operasi yang melibatkan pengeboman Indonesia oleh pilot-pilot CIA (ketika saya duduk di sekolah dasar AS, saya kebetulan kenal dengan anak salah satu pilot tersebut), Indonesia dipimpin oleh Sukarno yang merupakan musuh bebuyutan Washington.
Sukarno menghadang perusahaan-perusahaan asing dan seraya merangkul gagasan-gagasan pemberontak: hak-hak pekerja, kesejahteraan sosial, nasionalisme Indonesia dan negara Dunia Ketiga, serta Non-Blok. Cara berpikir macam ini tidak bisa diterima Washington, cara berpikir “komunis.” Ditambah lagi, Sukarno memberi keleluasaan bagi partai Komunis dan serikat tani untuk berorganisasi.
Pada tahun 1993 Ethel Kennedy, janda Bobby Kennedy, menceritakan kepada saya betapa “Bobby membenci orang itu, Sukarno.”
Bobby Kennedy adalah tangan kanan saudaranya, Presiden John F. Kennedy (1961-1963), dan rela repot-repot terbang ke Jakarta untuk menghadapi Sukarno secara langsung.
Tapi selepas Sukarno ceritanya lain lagi.
Mentor sekaligus mertua Prabowo, Jendral Suharto, sejak mulanya, adalah kaki tangan Washington.
AS mendukung serta menyambut baik Suharto dan ABRI ketika, setelah AS melangsungkan subversi selama lebih dari satu dekade, mereka berhasil menggulingkan Sukarno dan mengkonsolidasikan kekuasaan absolut melalui salah satu pembunuhan massal terbesar di abad ke-20.
Lebih dari 400.000, bahkan satu juta, rakyat Indonesia dibantai. Media massa raksasa AS menyanjung operasi itu. Mereka menyebutnya sebagai “secercah cahaya di Asia” (The New York Times). CIA ikut berperan dengan memberi daftar lima ribu “orang komunis” untuk dieksekusi.
Suharto melakukan apa yang diinginkan Washington, lalu membawa masuk perusahaan-perusahaan AS—sebagian dengan petunjuk dari menteri ekonomi terkemuka dalam masa pemerintahannya, ayah dari Prabowo. Perusahaan-perusahaan inilah yang, melalui klan Prabowo serta veteran intel AS, mendirikan lobi USINDO untuk mengamankan kepentingan mereka di Indonesia sekaligus dukungan Pentagon pada TNI/ABRI.
Suharto “adalah orang kita,” ujar Gedung Putih periode Clinton pada The New York Times.
Maka, Washington tidak perlu menginvasi orang yang cocok dengan mereka, dan bahkan setelah Suharto tumbang, ABRI/TNI serta korporasi memiliki pengaruh yang sedemikian besar sehingga Jakarta tetap berada di kubu Washington.
Keadaan invasi siaga AS ketika saya berbincang dengan Prabowo, sejenis dengan sebuah diskusi antara saya besama perencana Departemen Pertahanan AS pada 1
Langganan:
Komentar (Atom)